Lelang SUN Masuk Rp18 Triliun, Penuhi APBN

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah menyerap dana sebesar Rp18 triliun dari lelang lima seri Surat Utang Negara untuk memenuhi sebagian pembiayaan dalam APBN, dengan total penawaran yang masuk mencapai Rp40 triliun.

    Keterangan pers Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan yang diterima di Jakarta, Selasa ( 23 Juni 2015), menyebutkan hasil lelang yang dilakukan ini di atas target indikatif yang ditetapkan sebelumnya Rp12 triliun.

    Dari lelang tersebut, jumlah yang dimenangkan untuk seri SPN12160401 mencapai Rp1,9 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,69921 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 1 April 2016 ini mencapai Rp2,65 triliun.

    Imbal hasil terendah yang masuk untuk seri obligasi ini mencapai 6,49 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 7,0 persen.

    Untuk seri FR0053, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp7,4 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 8,24853 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 15 Juli 2021 ini mencapai Rp8,2 triliun.

    Imbal hasil terendah yang masuk untuk seri obligasi ini yang mempunyai tingkat kupon 8,25 persen ini mencapai 8,19 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 8,5 persen.

    Untuk seri FR0056, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp4,9 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 8,3699 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 15 September 2026 ini mencapai Rp16,4 triliun.

    Imbal hasil terendah yang masuk untuk seri obligasi ini yang mempunyai tingkat kupon 8,375 persen ini mencapai 8,34 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 8,58 persen.

    Untuk seri FR0071, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp2,25 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 8,42989 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 15 Maret 2029 ini mencapai Rp9,4 triliun.

    Imbal hasil terendah yang masuk untuk seri obligasi ini yang mempunyai tingkat kupon 9,0 persen ini mencapai 8,4 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 8,8 persen.

    Untuk seri FR0068, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp1,5 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 8,53585 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 15 Maret 2034 ini mencapai Rp3,1 triliun.

    Imbal hasil terendah yang masuk untuk seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon 8,375 persen ini adalah 8,5 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk 9,0 persen.

    Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Robert Pakpahan menyambut baik hasil lelang dari lima seri obligasi yang telah menarik minat investor pasar finansial ini.

    Untuk itu, ia mengharapkan tingginya penawaran yang masuk bukan merupakan fenomena sesaat, melainkan karena tingkat kepercayaan investor yang baik terhadap pasar obligasi Indonesia.

    "Sektor keuangan kan begitu, mungkin mereka melihat timingnya sudah bagus. Kita sambut dengan suka cita. Saya berharap ini berlanjut terus hingga akhir tahun," kata Robert.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).