Ahok Suntik Bank DKI Rp1 Triliun, Naik Kelas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Wahyu Setiawan

    TEMPO/Wahyu Setiawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera menyuntikkan penyertaan modal pemerintah (PMP) sebesar Rp1 triliun kepada Bank DKI.

    Kepala Badan Penanaman Modal Provinsi (BPMP) DKI Jakarta Catur Laswanto menuturkan dana tersebut diberikan agar Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut dapat naik kelas dari dari Bank Umum Kategori Usaha (BUKU) II ke BUKU III.

    "Pemprov DKI akan menggelontorkan dana Rp1 triliun melalui PMP di anggaran pendapatan dan belanja daerah perubahan . Jika hal tersebut terlaksana, maka Bank DKI dapat naik kelas ke BUKU III pada tahun ini," katanya seusai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Kantor Pusat Bank DKI, Rabu (17 Juni 2015).

    Berdasarkan data yang diterima Bisnis, modal inti Bank DKI saat ini berjumlah Rp4,3 triliun. Apabila PMP jadi diberikan, maka total modal inti Bank DKI akan berjumlah Rp5,3 triliun. Nilai tersebut cukup untuk memenuhi syarat BUKU III yaitu batas modal minimal Rp5 miliar.

    Kendati demikian, Catur mengatakan Direksi dan Komisaris Bank DKI tak bisa bekerja santai. Pasalnya, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berambisi mengantarkan Bank Pembangunan Daerah (BPD) tersebut ke BUKU IV dengan modal inti Rp30 trilun.

    "BUKU IV itu target jangka panjang. Makanya, Kami akan mengucurkan modal ke perseroan melalui PMP sebanyak-banyaknya. Adanya direksi baru diharapkan mampu membawa Bank DKI berlari kencang," paparnya.

    Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan perseroan, Selasa (28 April 2015), disebutkan perseroan mengantongi pendapatan bunga bersih sebesar Rp490,01 miliar pada periode Januari-Maret 2015 dari sebelumnya Rp458,24 miliar.

    Total aset Bank DKI mencapai Rp37,9 triliun per 31 Maret 2015 dari akhir tahun lalu Rp36,4 triliun.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.