IHSG Nyaris Tembus 5.000, Perlu Bekal Sentimen Positif Baru  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pegawai Bursa Efek Indonesia mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, 20 Oktober 2014. ANTARA/OJT/Dyah Dwi Astuti

    Pegawai Bursa Efek Indonesia mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, 20 Oktober 2014. ANTARA/OJT/Dyah Dwi Astuti

    TEMPO.COJakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat 0,21 persen ke 4.956,2 pada pukul 09.10, Kamis, 18 Juni 2015.

    Penguatan IHSG tersebut merespons pernyataan bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve, yang belum segera menaikkan suku bunga acuannya (Fed Rate). Namun, untuk menembus level 5.000, analis riset Panin Sekuritas, Purwoko Sartono, mengatakan indeks masih membutuhkan sentimen positif lainnya.

    Dia mengemukakan, dalam pernyataan setelah rapat dua hari bank sentral AS yang dilakukan pagi ini, bahwa pasar sudah menduga Fed belum akan menaikkan suku bunganya. Terkait dengan BI Rate yang akan diumumkan sore ini, ujar dia, pasar juga menduga suku bunga acuan Bank Indonesia juga dipertahankan pada angka 7,5 persen.

    “Untuk tembus 5.000, mungkin butuh sentimen (positif) lain,” kata Purwoko saat dihubungi hari ini, Kamis, 18 Juni 2015.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.