Menteri: Antrean Kapal Pengangkut Sembako Musti Dikurangi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga membongkar muat kebutuhan bahan pokok untuk persediaan makanan di Pulau Pramuka,Kepulaan Seribu, Jakarta. TEMPO/Dasril Roszandi

    Warga membongkar muat kebutuhan bahan pokok untuk persediaan makanan di Pulau Pramuka,Kepulaan Seribu, Jakarta. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertanian Amran Sulaiman meminta Menteri Perhubungan Ignansius Jonan untuk mengurangi antrean kapal-kapal pengangkut bahan makanan pokok di pelabuhan,  untuk memperlancar arus distribusi komoditas pangan strategis dari sentra-sentra produksi ke wilayah konsumsi. 

    Pasalnya,  Amran menilai tersendatnya arus distribusi yang menyebabkan bahan pangan pokok terlambat sampai ke konsumen kerap menjadi pemicu utama melambungnya harga-harga di pasar,  terutama menjelang bulan puasa seperti saat ini. 

    "Saya minta Pak Menhub   supaya kapal-kapal di pelabuhan yang membawa bahan pangan pokok jangan terkena antrean.  Ini kan kebutuhan maayarakat banyak, " kata Amran, Minggu 14 Juni 2015.

    Amran menuturkan Menteri Perhubungan Jonan menyatakan siap untuk membereskan alur distribusi pangan baik yang menggunakan transportasi laut maupun transportasi darat. 

    "Pak Jonan bilang Kemenhub juga akan menyiapkan kereta angkut dari Brebes ke Jakarta.  Tapi kita kan juga punya truk Perum Bulog.  Tapi kalau genting dibutuhkan,  mereka katakan akan disiapkan, " jelas Amran. 

    Menurutnya, kereta yang disiapkan Kemenhub tersebut dapat mengangkut berbagai jenis komoditas pangan pokok,  tidak hanya bawang merah yang merupakan komoditas unggul daerah tersebut. 

    Beberapa wilayah yang menjadi perhatian Kementan agar sistem antrean untuk bahan pangan pokok yaitu kota-kota besar dengan penduduk cukup padat seperti Jakarta,  Surabaya,  dan Medan. 

    Seperti diketahui,  harga bahan pangan pokok rawan mengalami kenaikan pada saat menjelang puasa, puasa, dan menjelang Lebaran. 

    Ada sejumlah faktor pengerek harga seperti permintaan yang biasanya meningkat 10%-12%, kenaikan biaya transportasi, dan tersendatnya alur distribusi dari daerah-daerah sentra produksi ke wilayah konsumsi. 

    Selain faktor-faktor tersebut,  Amran pun menggarisbawahi pentingnya tata niaga yang sehat yang berlaku di pasar-pasar domestik.  Oleh karena itu,  dia berkomitmen bekerja sama dengan Perum Bulog untuk siap menggelar operasi pasar (OP) jika sewaktu-waktu harga di pasar terdeteksi mengalami kenaikan di atas batas kewajaran.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.