Integrasi Proyek Rusunawa Bermasalah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Pembangunan rumah susun sederhana sewa terintegrasi dengan pasar ternyata terkendala oleh sejumlah masalah.

    Direktur Utama PD Pasar Jaya Djangga Lubis mengakui dari hasil studi kelayakan yang dilakukan pemerintah daerah, ternyata tidak semua pasar bisa dibangun rusun.

    "Pertama, luasannya masih harus kita lihat. Hak pakai kita kaji dari para pedagang apakah sudah habis, lalu karakteristik daerah padat penduduk," ujarnya, di Lapangan Banteng, Minggu, 14 Juni 2015.

    Djangga menyatakan pihaknya masih melakukan negosiasi apakah pembangunan rusunawa itu dengan APBN dan dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ataukah pihak lain.

    "Saat ini yang dikelola oleh Kementerian PU dan Perumahan Rakyat itu adalah Pasar Rumput dan Pasar Minggu. Sisa 10 pasar menjadi tanggung jawab kami yang harus bisa bangun rusun di atas pasar," katanya.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.