Jokowi Tolak Wacana Wakil Menteri Bappenas, Kenapa?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasiobal (PPN/Bappenas) Andrinof Chaniago tiba di Gedung KPK, Jakarta, 4 Desember 2014. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasiobal (PPN/Bappenas) Andrinof Chaniago tiba di Gedung KPK, Jakarta, 4 Desember 2014. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Andrinof Chaniago, nampaknya harus kecewa meskipun wacana restrukturisasi lembaganya gol. Musababnya, permohonan adanya wakil menteri yang mendampinginya tidak akan menjadi kenyataan.

    "Sudah tidak mungkin, usulan itu ditolak presiden," ujar Andrinof di kantornya, Kamis, 11 Juni 2015. Posisi wakil, menurutnya, sangat penting dalam membantu kerja Menteri Bappenas yang sangat padat.

    Andrinof menambahkan sangat membutuhkan seseorang yang dapat mewakilinya. Dia beralasan, undangan rapat dan koordinasi yang harus didatanginya sangat banyak.

    "Bappenas adalah kementerian yang paling banyak diundang  dalam rapat-rapat terbatas dan tingkat tinggi," ujarnya.  Bappenas juga , sering kedatangan tamu-tamu penting multinasional .  Direktur Asian Development Bank, kata Andrinof, sering mengunjunginya untuk membicarakan pembiayaan infrastruktur.

    Karena itu, Andrinof berharap presiden dapat menerima usulan yang mengizinkan dirinya mengutus orang-- eselon satu-- untuk mewakili dirinya menghadiri rapat terbatas ataupun menerima tamu penting. "Saya akan ajukan bukannya tak ingin kerja, tapi agar bisa meng-cover semua pekerjaan," kata dia.

    ANDI RUSLI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekaman 8 Menit 46 Detik Drama Kematian George Floyd

    Protes kematian George Floyd berkecamuk dari Minneapolis ke berbagai kota besar lainnya di AS. Garda Nasional dikerahkan. Trump ditandai oleh Twitter.