Ini Profil Tiga Kandidat Direktur Jenderal Bea Cukai

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Perekonomian, Sofyan Djalil (tengah), Menko Kemaritiman, Indroyono Soesilo  kiri), bersama Menkeu, Bambang Brodjonegoro (kanan), Menteri ESDM, Sudirman Said, saat pengumuman harga Bahan Bakar Minyak di Kementerian Kordinator Perekonomian, Jakarta, 31 Desember 2014. TEMPO/Tony Hartawan

    Menko Perekonomian, Sofyan Djalil (tengah), Menko Kemaritiman, Indroyono Soesilo kiri), bersama Menkeu, Bambang Brodjonegoro (kanan), Menteri ESDM, Sudirman Said, saat pengumuman harga Bahan Bakar Minyak di Kementerian Kordinator Perekonomian, Jakarta, 31 Desember 2014. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Seleksi Direktur  Jenderal Bea Cukai pengganti Agung Kuswandono telah memasuki babak akhir. Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro segera menyerahkan tiga nama kandidat yang sudah berada di kantongnya kepada Presiden Joko Widodo. Lalu, siapa dan bagaimana profil tiga kandidat itu?

    Ketiga nama itu adalah Heru Pambudi, Susiwijono, dan Syafri Adnan Baharuddin. Belum ada konfirmasi resmi dari Kementerian Keuangan terhadap tiga nama itu. Menteri Keuangan Bambang sendiri memilih menyembunyikannya.

     Heru Pambudi yang kini menjabat Direktur Penerimaan dan Kepabeanan Ditjen Bea Cukai, sebelumnya adalah Direktur Fasilitas Kepabeanan. Dia juga punya pengalaman penyidikan, saat menjadi Kasubdit Intelijen Direktorat Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai.

    Heru mulai beberapa kali terlibat kontak dengan pers dan para pengguna pabean secara lebih luas setelah menjabat sebagai direktur fasilitas kepabeanan. Beberapa wartawan yang sempat menjalin kontak dengannya mengatakan tidak ada masalah dengan Heru, meski yang bersangkutan terlihat jaim.

    Di antara tiga kandidat ini, Susiwijono dikenal paling terbuka kepada pers alias tidak pelit informasi. Beberapa wartawan senior menjulukinya kamus berjalan di Bea Cukai, terutama karena kecerdasannya menjawab dan menjelaskan berbagai hal ikhwal menyangkut kebijakan kapabeanan dan cukai.

    Susiwijono pernah menjabat sebagai Direktur Informasi Kepabeanan dan Cukai pada 2010 dan Direktur Penerimaan Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai pada 2012. Salah satu kritik terhadapnya adalah miskinnya pengalaman teritorial, karena tidak pernah menjabat sebagai kanwil.

    Adapun, Syafri dikenal bukan sebagai orang Bea Cukai. Dia tercatat beberapa kali mencalonkan diri sebagai anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan tidak pernah terpilih. Terakhir, di pengujung tahun lalu, dia juga mendaftar dalam seleksi terbuka dirjen pajak yang juga tidak terpilih.

    Syafri berkarir pertama kali di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan sebelum akhirnya berlabuh di BPK sebagai auditor utama Anggota Keuangan Negara II. Terakhir, Syafri menjabat sebagai Duta Besar RI untuk WTO hingga menjadi tenaga ahli di Kementerian Perdagangan.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.