Pelabuhan Baru Diharapkan Bisa Mengakomodir Arus Peti Kemas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dermaga sepanjang 177 meter yang dibangun di Pelabuhan Panarukan baru, di sisi barat Pelabuhan Panarukan lama. TEMPO/Ika Ningtyas

    Dermaga sepanjang 177 meter yang dibangun di Pelabuhan Panarukan baru, di sisi barat Pelabuhan Panarukan lama. TEMPO/Ika Ningtyas

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Pelabuhan Indonesia IV menargetkan pembangunan Makassar New Port (MNP) yang tengah dibangun perseroan mampu mengakomodir arus peti kemas hingga tahun 2050.

    Direktur Keuangan Pelindo IV, Budi Revianto mengatakan sesuai dengan perencanaan jangka panjang MNP juga dipersiapkan sebagai hub utama kawasan timur Indonesia dengan kapasitas terpasang mencapai 4,2 juta TEU's.

    Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Makassar maupun Indonesia timur bakal memicu peningkatan arus peti kemas maupun barang untuk memenuhi kebutuhan di wilayah ini.

    "Memang MNP dibangun tidak hanya untuk mengakomodir peti kemas yang melalui Makassar, tetapi juga disiapkan sebagai hub di timur sebagaimana tertuang dalam dalam konsep Tol Laut," katanya kepada Bisnis.com, Kamis, 28 Mei 2015.

    Dengan konsep tersebut, lanjut Budi, pembangunan MNP diintegrasikan dengan jalur rel kereta api Lintas Makassar-Parepare serta kawasan industri Makassar (Kima).

    Integrasi tersebut diestimasi bakal memangkas ongks logistik hingga 40% sesuai dengan tujuan utama dari konsep Tol Laut.

    Adapun, pembangunan MNP yang sebelumnya telah di-grooundbreaking oleh Presiden Jokowi pada 22 Mei lalu, diperkirakan bakal menelan investasi mencapai Rp8,5 triliun.

    Pengerjaan fisik MNP dibagi dalam dua tahapan utama dengan kapasitas 3,5 juta TEU's, di mana memperkuat kapasitas eksisting Pelabuhan Makassar sebesar 700.000 TEU's.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.