Indeks Harga Saham Gabungan, 45 Saham Unggulan Menguat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah orang mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 20 Oktober 2014. IHSG ditutup menguat 11,586 poin (0,23%) di 5.040,532 pada Senin (20/10) karena pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI, Joko Widodo dan Jusuf Kalla. ANTARA/OJT/Dyah Dwi Astuti

    Sejumlah orang mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 20 Oktober 2014. IHSG ditutup menguat 11,586 poin (0,23%) di 5.040,532 pada Senin (20/10) karena pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI, Joko Widodo dan Jusuf Kalla. ANTARA/OJT/Dyah Dwi Astuti

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis, 28 Mei 2015, dibuka naik 9,92 poin atau 0,19 persen menjadi 5.263,31. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan (LQ45) bergerak menguat 2,52 poin (0,28 persen) ke level 915,45.

    Head of Research Valbury Asia Securities Alfiansyah mengatakan mulai membaiknya bursa saham Eropa dan Amerika Serikat juga menjadi salah satu penopang bagi IHSG BEI. Di tengah situasi itu, sebagian pelaku pasar mulai melakukan akumulasi beli saham secara selektif pasca-pelemahan indeks BEI pada hari sebelumnya.

    "Pada perdagangan Kamis, IHSG diperkirakan bergerak pada rentang 5.246-5.320 poin," katanya.

    Alfiansyah menambahkan bahwa IHSG BEI mendapat sentimen positif dari bursa global menyusul adanya kemungkinan Yunani telah mendekati kesepakatan akhir dengan kreditur dalam kaitan dengan masalah utangnya.

    "Indeks bursa saham di kawasan Asia, seperti Jepang dan Korea, pada sesi pertama juga mengalami penguatan pada pembukaan perdagangan," katanya.

    Ia mengatakan menguatnya bursa saham eksternal itu seiring dengan pernyataan Perdana Menteri Yunani Alexis Tspiras bahwa negaranya telah semakin mendekati kesepakatan, yang akan memberikan dampak posisif bagi perekonomian Yunani.

    Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng melemah 162,91 poin (0,58 persen) ke level 27.918,30, indeks Nikkei naik 123,87 poin (0,61 persen) ke level 20.596,45 dan Straits Times melemah 11,35 poin (0,30 persen) ke posisi 3.414,00.

    "Faktor teknikal menjadi salah satu pendorong indeks BEI bergerak menguat setelah pada Rabu, 27 Mei 2015, mengalami tekanan," kata Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.