Beras Plastik Negatif, Budi Waseso: Tak Ada Sabotase

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Beras plastik dengan beras asli terlihat perbedaannya ketika sudah dimasak. TEMPO/Wahyurizal Hermanuaji

    Beras plastik dengan beras asli terlihat perbedaannya ketika sudah dimasak. TEMPO/Wahyurizal Hermanuaji

    TEMPO.COJakarta - Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Budi Waseso menegaskan tak ada sabotase dalam pelaporan beras plastik. Menurut Budi Waseso, laporan tersebut hak masyarakat berdasarkan temuannya.

    "Masyarakat berhak curiga jika menemukan barang yang tidak sesuai harapan," kata Waseso di Mabes Polri, Rabu, 27 Mei 2015. "Pelapor bisa saja berkonotasi negatif, tapi polisi yang akan membuktikannya."

    Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyebutkan ada praktek penyelundupan beras. Sebab, Menteri Perdagangan Rachmat Gobel dan Badan Urusan Logistik sudah menyatakan tak mengimpor beras sejak Januari 2015. Tjahjo mengatakan penyelundup beras tersebut memiliki motif politik, usaha makar, dan sabotase terhadap negara. Dia meminta Kepolisian RI dan Badan Intelijen Negara mengusut kasus ini.

    Isu beras plastik ini bermula dari laporan Dewi Septiani, warga Bekasi, Jawa Barat. Dewi mengaku sakit perut setelah mengkonsumsi beras tersebut. Karena itu, PT Sucofindo, Badan Pengawas Obat dan Makanan, Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri, serta Kementerian Perdagangan meneliti sampel beras tersebut.

    Adapun hasil uji laboratorium BPOM, Puslabfor Polri, dan Kementerian menyatakan negatif. Artinya, tidak ada kandungan plastik dalam beras tersebut. Namun hasil uji lab Sucofindo menyatakan sebaliknya.

    DEWI SUCI RAHAYU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.