Jelang Puasa, Harga Pangan Naik Lebih dari 20 Persen  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasar Tradisional. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Pasar Tradisional. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.COBojonegoro - Menjelang Ramadan, harga-harga sejumlah kebutuhan bahan pokok meningkat lebih dari 20 persen. Di Pasar Besar dan Pasar Banjarejo Bojonegoro, harga bahan pokok melonjak 50 persen, yakni dari Rp 28 ribu per kilogram menjadi Rp 42 ribu. Gula pasir dari sebelumnya Rp 9700 per kilogram kini menjadi Rp 12 ribu.

    Telur ayam negeri dari Rp 18 ribu per kilogram naik menjadi Rp 20 ribu. Minyak goreng dari sebelumnya Rp 11 ribu per kilogram naik menjadi Rp 12, 5 ribu per kilogram.

    Kenaikan juga terjadi pada harga beras. Beras kelas medium yang sebelumnya Rp 7.800 per kilogram kini menjadi Rp 8.100 per kilogram.

    Banyak pedagang mengeluhkan kenaikan harga bahan pangan itu. “Kenaikan harga bahan-bahan pangan itu terlalu cepat,” kata Solekah, 53 tahun, pedagang di Pasar Besar Kota Bojonegoro, kepada Tempo, Selasa, 26 Mei 2015. Menurut dia, hanya harga bawang putih yang masih stabil, yaitu Rp 18 ribu per kilogram.

    Harga ikan air tawar pun naik. Ikan Sungai Bengawan Solo, seperti ikan patin, naik menjadi Rp 21 ribu per kilogram, dari sebelumnya Rp 18 ribu. Sedangkan nila atau mujair melonjak dari Rp 15 ribu menjadi Rp 20 ribu. Sebaliknya, ikan laut seperti tongkol, bandeng, ekor kuning, dan mata lebar masih stabil di kisaran Rp 15-20 ribu.

    Kepala Seksi Usaha dan Swadaya Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bojonegoro Didik Hari Supriyadi mengakui kenaikan harga pangan itu. Namun, kata dia, kenaikan harga itu hanya sekitar 7 persen.  

    Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dan Bulog Divisi Regional Bojonegoro berencana membantu menstabilkan harga pangan. Caranya dengan menggelar operasi pasar merata di 28 kecamatan pada awal Ramadan dan satu pekan menjelang Idul Fitri pada Juli mendatang. “Mungkin digelar operasi pasar,” ujar Didik.

    Menurut Didik, kenaikan harga barang bisa disebabkan oleh permintaan yang meningkat. Karena itu, bahan pangan seperti itulah yang akan dijual dalam operasi pasar.

    SUJATMIKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.