Siswa SMKN 5 Jember Sulap Sampah Jadi Produk Probiotik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Alat berat membersihkan tumpukan sampah di sekitar Pasar Induk Kramat Jati, 7 April 2015. TEMPO/Subekti

    Alat berat membersihkan tumpukan sampah di sekitar Pasar Induk Kramat Jati, 7 April 2015. TEMPO/Subekti

    BISNIS.COM, Jakarta - Berawal dari kegelisahan melihat sampah organik yang menumpuk, siswa-siswi SMKN 5 Jember, Jawa Timur, menyulap sampah tersebut menjadi produk pertanian organik bernama Probakaliber (Probiotik ala SMKN 5 Jember). Produk tersebut memiliki beragam fungsi, baik bagi peternakan maupun perikanan, mulai dari pakan ayam ternak, atau budidaya cacing tanah dan sutra.

    Kepala Sekolah SMKN 5 Jember mengatakan, sebagai sekolah pertanian terbesar di Indonesia, pihaknya terus melakukan inovasi produk pertanian berdasarkan kreativitas siswa. Beberapa produk yang telah dihasilkan dan terbukti bermanfaat itu, antara lain Probakaliber, Payami (Pakan Ayam Alami), Ayam Organik Brokaliber, hingga budi daya cacing tanah dan sutra organik Citraka.

    “Produk tersebut dihasilkan dari sistem pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan. Jadi di samping kurikulum 2013, ada mata pelajaran produk unggulan,” ujarnya.

    Proba Kaliber terbuat dari fermentasi beragam bahan, seperti mengkudu, nanas, jahe, susu murni, dedak, dan gula merah. Adapun Payami terbuat dari daur ulang beragam limbah organik, seperti tepung keong, tepung daun beluntas, tepung cacing, bekatul, dan tepung kulit pisang.

    Hasil penelitian para siswa menunjukkan bahwa ayam ternak yang diberi pakan payami dan proba kaliber terbukti menghasilkan protein yang lebih tinggi. Juga memiliki kandungan lemak yang lebih rendah dibandingkan dengan ayam yang diberi pakan biasa. Cacing tanah yang diberi pakan probakaliber juga memiliki ukuran lebih besar dibanding cacing biasa.

    Hal ini karena probakaliber mengandung tujuh jenis bakteri yang bermanfaat, seperti Bacillus sp, Lactobacillus sp, Acetobacter sp, Rhodopseudomonas sp, Nitrobacter sp, Saccharomyces sp, dan Actinomycetes sp. Jumlah bakteri tersebut jauh lebih banyak dibandingkan dengan probiotik biasa yang umumnya hanya mengandung empat jenis bakteri.

    Dalam mengembangkan produk ini, SMKN 5 Jember juga melibatkan komunitas petani di sekitarnya. Pelibatan ini merupakan aplikasi dari Project Based Learning, yang mendorong siswa untuk menciptakan produk inovasi berdasarkan permasalahan yang ada di masyarakat. Siswa  sekaligus mengalami program belajar terintegrasi, di mana dengan mengerjakan satu proyek unggulan ini, mereka mendapatkan nilai untuk beberapa pelajaran sekaligus.

    Selain itu, dalam mengembangkan empat produk inovasinya, SMKN 5 Jember mendapatkan dukungan dari School Development Outreach (SDO) , sebuah penyedia layanan pengembangan masyarakat dari Putera Sampoerna Foundation (PSF) melalui program School Qualty Improvement Program. Dukungan yang diberikan mencakup pelatihan dan bantuan dana senilai Rp30 juta.

    “Kami menjembatani beberapa sekolah terpilh untuk mengembangkan produk unggulannya. Tujuannya mendorong sekolah binaan untuk mengembangkan kegiatan berbasis komunitas sekolah dan langsung menerapkannya bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar,” ujar Program Leader PSF – SDO Sigit Kurniawan.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.