Robby Muncikari Kelas Kakap Ternyata Kerap Berutang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kepolisian mengamankan tersangka RA sebagai mucikari terkait dengan kegiatan prostitusi di Polres Jakarta Selatan, 9 Mei 2015. RA ditangkap di sebuah hotel bintang lima di Jakarta Selatan  bersama seorang perempuan yang berprofesi sebagai artis. Tempo/Aditia Noviansyah

    Petugas kepolisian mengamankan tersangka RA sebagai mucikari terkait dengan kegiatan prostitusi di Polres Jakarta Selatan, 9 Mei 2015. RA ditangkap di sebuah hotel bintang lima di Jakarta Selatan bersama seorang perempuan yang berprofesi sebagai artis. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO , Jakarta: Muncikari pekerja prostitusi kelas kakap, Robby Abbas, memilliki kebiasaan berutang. Tersangka berusia 32 tahun itu kerap berutang baik pada pemilik warung makan maupun jasa cuci baju atau laundry.

    Menurut pemilik Kusuma Laundry yang mengaku bernama Ita, Obby panggilan akrab Robby, sering berutang padanya. "Utangnya pernah mencapai Rp 500 ribu," ujarnya di di Blok 6, Lantai Dasar, Rumah Susun Petamburan, Jakarta Pusat, Jumat, 15 Mei 2015.

    Ita menjelaskan Obby kerap mencuci pakaian hingga bed cover di tempatnya. Dalam sepekan, Obby bisa menggunakan jasa laundry-nya hingga empat kali.

    Perempuan berusia 24 tahun ini menuturkan, walaupun sering berutang, Obby mampu melunasinya. Obby, kata Ita, biasanya segera melunasi utangnya begitu mendapatkan uang. "Meski kerap berutang, Obby tak pernah bermasalah dengan warga," tuturnya.

    Hal yang sama pun disampaikan oleh Ida bukan nama sebenarnya. Pemilik warung makan di Blok 6, Lantai Dasar, Rumah Susun Petamburan, Jakarta Pusat ini pun mengeluhkan kebiasaan Obby yang sering berutang padanya.

    "Karena kerap pesan makan di sini, namun makannya di tempat lain, saya kerap kesulitan nagih utang sama Obby," keluh perempuan asal Kebumen, Jawa Tengah ini.

    Obby, kata Ita, pernah berutang mencapai Rp 40 ribu. Untuk mencegah utangnya membengkak, Ita kerap menagih Obby di depan teman-temannya. "Saya terus kejar dan sekarang sudah lunas," kata perempuan kelahiran 1961 ini.

    Saat ini, salah satu rumah yang pernah dikontrak Robby telah ditempati oleh orang lain. Rumah susun berwarna merah tua yang terletak di Blok 6, Lantai Dasar, Rumah Susun Petamburan, Jakarta Pusat tampak sepi. Pintunya yang berwarna putih tertutup rapat. Jendelanya pun tertutup tirai. "Sewa kontrakanya, Robby, sudah habis dan sekarang rumah tersebut diisi orang lain," tutur salah seorang warga yang enggan disebut namanya.

    Robby ditangkap pada Jumat malam, 8 Mei 2015, di sebuah hotel mewah di kawasan Jakarta Selatan saat bertransaksi wanita dengan seorang polisi samaran. Dalam penangkapan tersebut seorang wanita berinisial AA, 22 tahun, turut ditangkap di kamar hotel.

    Ihwal kebiasaan Robby yang kerap berutang ini berbeda dengan informasi dari polisi. Kepala Unit Kriminal Umum Polres Jakarta Selatan Ajun Komisaris Joynaldo menyatakan Robby Abbas memiliki pendapatan yang cukup besar. Hidupnya pun tergolong mewah karena penghasilannya yang sangat besar. "Dia juga sering jalan-jalan ke luar negeri karena banyak uang," kata dia di kantornya, Ahad, 10 Mei 2015.

    Robby yang menjadi muncikari sejak 2012 lalu ini, kata Joynaldo, mematok tarif antara Rp 80 juta hingga Rp 100 juta untuk artis dan model. Dalam sehari, Joynaldo melanjutkan, Robby mampu menjajakan anak asuhnya kepada dua atau tiga pelanggan. Namun tak jarang dia menerima pesanan hingga lima orang. Adapun dari tarif yang dipatok, Robby mengambil jatah hingga 30 persen. Jika dihitung, Joynaldo menambahkan, dalam sehari dia setidaknya mendapatkan pemasukan sebesar Rp 100 juta.

    GANGSAR PARIKESIT | DIMAS SIREGAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.