Pekan Depan Jokowi Resmikan Proyek `Tol Laut` di Makassar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana terminal peti kemas Jakarta International Container Terminal (JICT), Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 17 Maret 2015. Tempo/Tony Hartawan

    Suasana terminal peti kemas Jakarta International Container Terminal (JICT), Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 17 Maret 2015. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Makassar  - Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia IV, Mulyono mengatakan, pada 20 Mei 2015, Presiden Jokowi akan hadir di Makassar guna ground breaking proyek Makassar New Port. “Proyek ini adalah tonggak dari program tol laut Jokowi,” kata Mulyono, Rabu 13 Mei 2015

    Menurut dia, Makassar New Port tahap I rencananya akan segera dibangun di atas lahan seluas 150 Hektare yang dapat menampung kontainer hingga 1.000 Teus. Untuk pembiayaan, Pelindo IV  mendapat pinjaman Rp 3 triliun dari Bank Mandiri. Dana ini untuk pengembangan peralatan dan fasilitas pelabuhan, serta modernisasi peralatan bongkar muat peti kemas.

    Pembangunan infrastruktur yang dilakukan Pelindo IV itu bukan hanya untuk di Makassar, namun di semua wilayah kerja Pelindo IV. “Hal ini dilakukan dalam rangka mendukung Program Tol Laut yang dicanangkan Presiden Joko Widodo,” kata Mulyono.

    Pembangunan Makassar New Port bertujuan memenuhi kebutuhan pelabuhan peti kemas Makassar dan menjadi penyambung antar pulau serta mendukung sistem logistik nasional, khususnya di wilayah Indonesia Timur.

    Nantinya, pelabuhan akan terintegrasi dengan jalur kereta untuk barang di Sulawesi Selatan, sehingga mempermudah distribusi barang angkutan. “Pembangunan pelabuhan akan memancing pertumbuhan arus kapal di kawasan timur Indonesia,” kata Mulyono.

    Riman S Duyo General Manager PT Pelindo Cabang Pelabuhan Makassar mengatakan, untuk mendukung program tol laut, pelabuhan Makassar mulai merenovasi terminal penumpang. “Fasilitas juga dilengkapi, seperti garbarata. Sehingga terminal penumpang pelabuhan Makassar hampir sama dengan terminal di bandara,” kata Riman.

    Menurutnya, untuk merenovasi terminal penumpang, pelabuhan Makassar menggunakan dana perusahaan Rp 7,9 miliar. Dengan rincian perbaikan interior Rp 3 miliar, pengadaan garbarata Rp 6 miliar, dan pengadaan 2 travelator Rp 1,6 miliar. “Semua kami perbaiki, mulai dari taman, toilet, air, dan listrik harus bagus,” kata Riman.

    Dia mengatakan, bagi penumpang yang ingin masuk ke terminal, harus memiliki boarding pass. Jumlah barang yang dibawa juga dibatasi 30 kilogram untuk setiap penumpang. Kelebihan bagasi akan menggunakan jalur lain. “Sehingga penumpang kapal laut tidak perlu repot-repot mengangkat barang naik ke kapal,” kata Riman.

    Menurut Riman, setiap tahun jumlah penumpang yang masuk di pelabuhan Makassar sekitar 1 juta orang. Dengan adanya perbaikan, diharapakan  jumlah penumpang bisa bertambah.

    “Setelah renovasi kapasitas terminal bertambah menjadi 3 ribu orang dari sebelumnya hanya 1.700 orang. Pedagang asongan juga akan disiapkan ruangan khusus sehingga tidak ada lagi yang berkeliaran,” kata Riman.

    MUHAMMAD YUNUS




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.