Runway Bandara Juanda Rusak, Ada Dua Sebabnya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perluasan Bandara Internasional Juanda Surabaya. ANTARA/Eric Ireng

    Perluasan Bandara Internasional Juanda Surabaya. ANTARA/Eric Ireng

    TEMPO.CO, Surabaya - General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Juanda, Trikora Harjo, mengatakan runway atau landasan pacu di Bandara Juanda mengalami kerusakan. Menurut dia ada beberapa titik yang mengelupas, "Sehingga runway harus segera diperbaiki untuk keselamatan penerbangan," kata dia kepada Tempo, Ahad, 25 Januari 2015. (Baca juga: Bandara Juanda Bakal Ditutup Sementara)

    Menurut Trikora, ada dua penyebab kerusakan runway di Bandara Juanda yakni tingginya intensitas hujan di wilayah Sidoarjo dan sekitarnya sehingga menggerus landasan. Selain itu, meningginya air tanah di kawasan Bandara Juanda menyebabkan kerusakan secara berangsur-angsur. "Butuh perbaikan besar-besaran, tidak lagi tambal sulam pada beberapa titik yang telah mengelupas," ujarnya.

    Rencananya perbaikan runway Bandara Juanda dimulai pada Ahad malam sekitar pukul 22.00 WIB. Menurut Trikora, runway yang akan diperbaiki seluas 7.380 meter persegi atau sekitar 0,8 meter dari luas keseluruhan landasan di Bandara Juanda. Adapun panjangnya, sekitar 410 meter dan lebar 18 meter. (Baca juga: Bandara Juanda Ditutup, 60 Penerbangan Ditunda)

    Selama perbaikan, kata dia, petugas akan membuat saluran air di sepanjang runway, sehingga air hujan akan mengalir ke saluran tersebut. Trikora berharap dengan cara ini tidak ada genangan di runway. "Semoga perbaikan ini didukung dengan cuaca yang baik pula, sehingga cepat selesai," katanya.

    MOHAMMAD SYARRAFAH

    Berita Terpopuler
    ''Ada Pembentukan Satgas-Satgas Liar di Polri''

    Penghancuran KPK: Tiga Indikasi PDIP-Mega Bermain

    Jokowi, Kalah Tegas dari Ketua RT dan Lupa Janji


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.