Harga BBM, Menteri Sofyan: Jumat ada Kabar Baik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Perekonomian, Sofyan Djalil (tengah), Menko Kemaritiman, Indroyono Soesilo  kiri), bersama Menkeu, Bambang Brodjonegoro (kanan), Menteri ESDM, Sudirman Said, saat pengumuman harga Bahan Bakar Minyak di Kementerian Kordinator Perekonomian, Jakarta, 31 Desember 2014. TEMPO/Tony Hartawan

    Menko Perekonomian, Sofyan Djalil (tengah), Menko Kemaritiman, Indroyono Soesilo kiri), bersama Menkeu, Bambang Brodjonegoro (kanan), Menteri ESDM, Sudirman Said, saat pengumuman harga Bahan Bakar Minyak di Kementerian Kordinator Perekonomian, Jakarta, 31 Desember 2014. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO , Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil memberikan sinyal positif mengenai kemungkinan penurunan harga bahan bakar minyak (BBM). "Kita lihat Jumat, beberapa jam lagi ada berita yang baik," kata Sofyan di kantornya, Kamis malam, 15 Januari 2015.

    Namun, Sofyan enggan menyebutkan nilai penurunan harga BBM tersebut. "Tunggu saja," ujarnya. Sofyan juga enggan memberitahukan ihwal kapan dan di mana pengumuman akan digelar. (Baca: Harga BBM Cepat Berubah, Organda Malah Bingung )

    Sofyan hanya mengatakan harga BBM yang disebutkan Presiden Joko Widodo adalah harga dasar. Pada Kamis siang, Jokowi mengatakan ada kemungkinan harga BBM bersubsidi ditetapkan sebesar Rp 6.400-6.500 per liter. (Baca: BBM Turun, Pemerintah Tekan Harga Komoditas Lain  )

    Selanjutnya, pemerintah akan berdiskusi dengan Dewan Perwakilan Rakyat untuk membicarakan harga BBM pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menurut Sofyan dengan kondisi saat ini, harga rata-rata minyak dunia tidak akan melampaui US$ 70 per barel.

    ANDI RUSLI

    Berita Terpopuler
    4 Aktor di Balik Blunder Pemilihan Budi Gunawan

    SBY Copot Jabatan Tersangka, Kini Jokowi Malah...

    Rekening Anak Budi Gunawan Bikin Heran KPK


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.