2015, Menteri Jonan Genjot Jalur Jalan Tol Laut  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Ignasius Jonan (kiri)  meninjau kondisi Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jateng, 4 Desember 2014. Pelabuhan Tanjung Emas saat ini sedang dalam proses pengerjaan perpanjangan dermaga dan perluasan lapangan penumpukan kontainer dengan anggaran sebesar Rp 190 miliar dan diharapkan bisa selesai pada 2015. ANTARA/R. Rekotomo

    Menteri Perhubungan Ignasius Jonan (kiri) meninjau kondisi Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jateng, 4 Desember 2014. Pelabuhan Tanjung Emas saat ini sedang dalam proses pengerjaan perpanjangan dermaga dan perluasan lapangan penumpukan kontainer dengan anggaran sebesar Rp 190 miliar dan diharapkan bisa selesai pada 2015. ANTARA/R. Rekotomo

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Ignasius Jonan akan fokus mengembangkan poros maritim pda 2015. Salah satunya dalam jalur pelayaran ulang-alik dari barat ke timur atau kerap disebut jalur tol laut.

    Rencananya, poros maritim jalan tol laut akan terdiri atas lima pelabuhan besar, yakni Belawan, Sumatera Utara; Tanjung Priok, Jakarta; Tanjung Perak, Jawa Timur; Makassar, Sulawesi Selatan; dan Bitung, Sulawesi Utara. Jonan juga akan merevitalisasi 19 pelabuhan feeder yang tersebar dari ujung Sumatera hingga Papua, antara lain Sabang, Pekanbaru, Jambi, Palembang, dan Ternate. (Baca: Bangun Tol Laut, Jokowi-Kalla Butuh Rp 31 triliun.)

    Koridor jalan tol laut, tutur Jonan, diharapkan menjadi tulang punggung jaringan pelayaran domestik untuk tiap koridor. "Koridor Barat melalui Belawan, Koridor Jawa melalui Tanjung Priok, Koridor Timur akan melalui Sorong, dan sebaliknya," tutur Jonan di kantornya, Rabu, 10 Desember 2014.

    Tak hanya jalur jalan tol laut, Jonan juga akan menambah sarana pendukung seperti kapal patroli sebanyak 45 unit untuk mencegah perampokan di atas perairan. Selain itu, akan ada tambahan peralatan search and rescue (SAR). Kapal perintis pun ditambah sebanyak 14 unit dan sarana docking kapal 47 unit. (Baca: Bangun Tol Laut, Ini yang Harus Disiapkan Jokowi)

    Selain pengadaan sarana, Jonan berharap ada pemberian subsidi kapal operasional, khususnya di daerah timur. Penerapan bahan bakar gas juga diperkirakan bisa mendukung operasi jalan tol laut karena biayanya lebih murah. "Kami juga berharap ada pemberian insentif pajak dan diskon tarif bagi kapal yang beroperasi dari trayek barat ke timur secara teratur," kata Jonan.

    URSULA FLORENE SONIA

    Berita lain
    Terungkap, Rencana Transaksi Petral dan Sonangol 
    Direksi Baru Pertamina Tinggalkan Petral 
    Melongok Harta Puluhan Miliar Calon Dirjen Pajak  

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.