Senin, 17 Desember 2018

Perluas Pelabuhan, Pelindo II Ambil Lahan TNI AL  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktifitas bongkar muat dan pembangunan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (7/2). PT Pelindo II menganggarkan dana investasi Rp 7 triliun pada 2013 atau naik 233% dari dana investasi tahun lalu. TEMPO/Amston Probel

    Aktifitas bongkar muat dan pembangunan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (7/2). PT Pelindo II menganggarkan dana investasi Rp 7 triliun pada 2013 atau naik 233% dari dana investasi tahun lalu. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Palembang - PT Pelindo II berencana mengembangkan fasilitas pelabuhan pada kawasan Boom Baru di Palembang, dan Tanjung Priok, Jakarta. Pembangunan pelabuhan tersebut akan dimulai tahun depan dengan investasi ratusan miliar rupiah. "Untuk membangun dua pelabuhan itu kami menggunakan lahan milik TNI Angkatan Laut," kata Direktur Utama Pelindo II R.J. Lino di Palembang, Rabu, 3 Desember 2014. (Baca: Rini Soemarno Prioritaskan Pembangunan Maritim)

    Menurut Lino, karena mengambil-alih lahan TNI AL tersebut, Pelindo II akan menyiapkan relokasi lahan dan bangunan untuk TNI AL. Khusus untuk pengembangan Pelabuhan Boom Baru, Palembang, Pelindo diwajibkan menyiapkan lahan seluas 15 hektare untuk TNI AL. Selain itu Pelindo juga diwajibkan membangun kantor, dermaga kapal patroli, dan fasilitas penunjang lainnya. "Triwulan kedua tahun depan mulai dibangun dan akhir 2016 siap dioperasikan," ujar dia. (Baca: Wujudkan Tol Laut, Lima Pelabuhan Penting Dibenahi)

    Kesepahaman dengan TNI AL itu dinilai Lino sangat membantu program kerja Pelindo II. Saat ini fasilitas dan prasarana pendukung di Pelabuhan Boom Baru sudah tidak memadai, sementara perekonomian di Sumatera Selatan melaju pesat. Pelindo pun terpaksa menumpuk puluhan hingga ratusan peti kemas persis di sekeliling markas TNI AL Palembang. "Daerah ini kami ambil alih dan TNI dipindahkan ke Sungai Lais." (Baca: 'Tol Laut' Butuh Perusahaan Induk Pelabuhan)

    Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI DR Marsetio menyambut baik kerja sama tersebut. Ditemui di forum yang sama, Marsetio mengatakan lahan milik mereka seluas 7.000 meter persegi di Boom Baru juga sudah tidak layak sebagai pangkalan karena letaknya berada persis di tengah pelabuhan kapal komersial. "Lahan ini sudah tidak ideal lagi karena pantasnya untuk pengembangan pasar," kata dia. (Baca: R.J. Lino Pilih Urus Pelindo Ketimbang Jadi Menteri)

    Setelah menempati markas baru di kawasan Sungai Lais yang berjarak sekitar 20 kilometer dari pangkalan lama, Marsetio berjanji kinerja anak buahnya akan meningkat. "Di tempat yang baru pasti akan lebih baik bagi prajurit dan keluarga."

    PARLIZA HENDRAWAN (PALEMBANG)

    Terpopuler
    Gubernur FPI Fahrurrozi Menunggak Iuran Warga
    KPK Iming-imingi Suryadharma Ali Diskon Hukuman
    Tentara Dibunuh karena Cabuli Anak Komandan Kodim? 
    Misteri Ceceran Duit di Rumah Fuad Amin


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".