Dahlan Iskan Sebut Plus-Minus Rampingkan Pertamina  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri BUMN Dahlan Iskan memberi sambutan dalam acara perpisahan di ahir masa jabatanya menjadi menteri BUMN dalam Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II di gedung kementrian BUMN, Jakarta, 17 Oktober 2014. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Menteri BUMN Dahlan Iskan memberi sambutan dalam acara perpisahan di ahir masa jabatanya menjadi menteri BUMN dalam Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II di gedung kementrian BUMN, Jakarta, 17 Oktober 2014. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Bekas Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan berkomentar soal perampingan direksi di PT Pertamina (Persero). Menurut dia, pengurangan jumlah direksi Pertamina, tidak akan mempengaruhi kinerja perusahaan. Namun, langkah ini dinilai akan membuat pengambilan keputusan lebih cepat. (Baca: Tiga Prioritas Dirut Pertamina Baru)

    Menurut Dahlan, bentuk organisasi perusahaan bermacam-macam. "Bisa saja kecil di atas, gemuk di tengah dan gemuk di bawah," kata Dahlan ditemui di Balai Kartini, Senin, 1 Desember 2014.

    Jumat pekan lalu, Dwi Soetjipto resmi ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Pertamina (Persero). Dwi menggantikan Karen Agustiawan yang mundur pada 1 Oktober 2014. Dia sebelumnya menjabat Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (Baca: Dwi Soetjipto, Jago Silat yang Memimpin Pertamina)

    Selain itu, rapat umum pemegang saham (RUPS) juga memutuskan untuk memberhentikan seluruh direksi Pertamina. Pemerintah memutuskan memangkas jumlah direksi dari sembilan menjadi hanya empat orang.

    Mengenai penunjukan Dwi Soetjipto, Dahlan menilai hal itu cukup tepat. Seandainya masih jadi menteri, Dahlan juga akan melakukan hal yang sama. "Bagus, dia salah satu CEO BUMN yang terbaik," kata dia.

    Adanya beberapa kalangan yang menyatakan bahwa Dwi tak tepat karena bukan berasal dari bidang perminyakan, Dahlan menilainya wajar. "Tak apa-apa, menterinya kan juga bukan dari bidang energi." (Baca: Pengamat Pesimistis Lihat Direksi Baru Pertamina)

    FAIZ NASHRILLAH

    Berita Terpopuler
    Jokowi Diserang Media Malaysia, Ini Pembelaan Susi
    Yorrys: Ical Bikin Partai Lapindo Jaya Saja
    Golkar Pecah, Agung Tutup Pintu Islah dengan Ical
    Media Malaysia Berbalik Puji Jokowi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.