Jadi Dirjen Pajak, Fuad Rahmany Mengaku Tak Stres  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Jenderal Pajak Ahmad Fuad Rahmany. TEMPO/Imam Sukamto

    Direktur Jenderal Pajak Ahmad Fuad Rahmany. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Fuad Rahmany mengaku, selama menjabat Direktur Jenderal Pajak empat tahun terakhir, dirinya tidak mengalami stres. Pasalnya, lingkungan kerjanya nyaman karena menerima banyak bantuan, baik dari kawan sejawat maupun atasan, seperti Menteri dan Wakil Menteri Keuangan.

    "Alhamdulillah, ini semua berkat bantuan Pak Menteri dan rekan-rekan semua," ujar Fuad saat pidato dalam acara serah-terima jabatan di kantor Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Senin, 1 Desember 2014. (Baca: Mardiasmo Resmi Jadi Plt Dirjen Pajak)

    Hari ini, posisi Dirjen Pajak sementara diisi Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo sebagai pelaksana tugas. Acara serah-terima jabatan itu dihadiri oleh Menteri Keuangan Bambang Brojonegoro, pejabat eselon I Kementerian Keuangan, dan pejabat eselon II Direktorat Jenderal Pajak.

    Fuad juga mengucapkan terima kasih kepada Menteri Keuangan dan Wakil Menteri Keuangan atas kerja samanya selama ini. "Terima kasih juga kepada pejabat eselon I atas kerja samanya, tidak pernah ada konflik besar," tuturnya. (Baca: Lelang Dirjen Pajak Dituding Hanya Pencitraan)

    Ia juga berpesan agar semua pejabat di Direktorat Pajak tetap bekerja keras. "Terus kerja dan ciptakan kondisi nyaman bekerja," ujarnya. Sebab, selama menjadi Dirjen Pajak, Fuad mengakui bahwa pekerjaannya berat dan sangat berpotensi menimbulkan stres.

    Namun, akibat lingkungan kerja yang nyaman, menurut Fuad, potensi stres itu hilang. "Ini semua karena kerja sama yang baik dari semua pihak, sangat saya apresiasi," kata Fuad. Tak lupa, Fuad meminta maaf kepada Menteri-Wakil Menteri Keuangan, pejabat eselon I dan II, serta semua karyawan apabila ada kesalahan.

    ODELIA SINAGA

    Berita terpopuler:
    Jokowi Diserang Media Malaysia, Ini Pembelaan Susi
    Yorrys: Ical Bikin Partai Lapindo Jaya Saja 
    Media Malaysia Berbalik Puji Jokowii



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).