Menteri Yuddy: Tomy Winata Berjiwa Patriotik  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pendiri Artha Graha Peduli Tomy Winata. TEMPO/Imam Sukamto

    Pendiri Artha Graha Peduli Tomy Winata. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi memuji Tomy Winata sebagai pengusaha nasional berjiwa patriotik.

    "Jika negara membutuhkan, Tomy Winata selalu terpanggil untuk membantu, seperti saat adanya kenaikan harga BBM sekarang ini," kata Yuddy di lapangan parkir Kementerian Perdagangan, Tugu Tani, Jakarta Pusat, Ahad, 30 November 2014. Mulai hari ini sampai 31 Desember 2014, Tomy Winata menggelar pasar sembako murah.

    Selain Tomy Winata, Yuddy juga mengapresiasi tiga kelompok usaha yang terlibat dalam pasar murah, yaitu Artha Graha Network, Mayapada Group, dan Indomilk. "Mestinya, semua konglomerat yang menarik keuntungan dari negara ini ikut kepedulian sosial seperti Artha Graha," ujar Yuddy.

    Menteri Perdagangan Rachmat Gobel juga menyampaikan harapan serupa. Rachmat ingin lebih banyak lagi perusahaan swasta yang tergerak mengadakan aksi sosial semacam pasar murah. Selain Artha Graha yang sudah melaksanakan kegiatan rutin in selama 25 tahun, menurut dia, belum terdengar nama besar yang lain. "Paling hanya Sinarmas," tuturnya.

    Pasar murah ini menyediakan 1.300 paket sembako berisi 2 kilogram beras, 1 liter minyak goreng, 1 kaleng susu kental manis, dan 3 mi instan. Semuanya dijual dengan harga Rp 25 ribu, dari harga asli Rp 60 ribu.

    Adapun daerah penyebaran di Jakarta adalah kawasan Hotel Borobudur, Jakarta Pusat; Tanjung Priok, Mall Artha Gading, dan Kelapa Gading, Jakarta Utara; Petogogan dan Matraman, Jakarta Timur; kawasan SCBD, Jakarta Selatan; serya Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

    Pendiri Artha Graha Peduli, Tomy Winata, berharap pasar murah ini dapat membantu mencukupi kebutuhan bahan pokok masyarakat hingga akhir 2014. "Ini merupakan bentuk konkret kepedulian kami dengan sesama. Semoga membantu," tuturnya.

    URSULA FLORENE SONIA

    Topik terhangat: 

    Golkar Pecah |Interpelasi Jokowi | Ritual Seks Kemukus | Susi Pudjiastuti

    Berita terpopuler lainnya:
    Kata Ruhut Soal Saling Sindir Jokowi-SBY
    Pollycarpus Bebas, Allan Nairn Beberkan Data TPF
    Ahok Idolakan Arsenal Karena Warna Kausnya
    Alex Asmasoebrata Bangga Berbesankan Muchdi  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.