Pertamina: Harga Minyak Dunia Masih Tinggi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • REUTERS/Lee Jae-Won

    REUTERS/Lee Jae-Won

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Niaga dan Pemasaran PT Pertamina (Persero) Hanung Budya mengatakan harga rata-rata minyak mentah dunia sepanjang 2014 masih tinggi, di atas US$ 90 per barel.

    Menurut Hanung, jika dirata-ratakan, harga minyak dunia masih di atas US$ 100 per barel. "Harga acuan minyak mentah dunia tidak bisa diambil dalam sekali waktu seperti sekarang," kata Hanung di kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Senin, 17 November 2014. (Baca: Kenaikan Harga BBM, Begini Hitungan Faisal Basri.)

    Hanung mengatakan saat ini Mean of Platts Singapore (MoPS) yang menjadi patokan harga jual rata-rata produk bahan bakar minyak di Asia masih pada level US$ 90. Adapun harga terendah crude oil jenis West Texas Intermediate (WTI) saat ini mencapai US$ 75,11 dan tertinggi US$ 76,18 per barel. Adapun Juli lalu, WTI masih pada angka US$ 105. "Kita harus lihat juga realisasi dari Januari, jangan dilihat hanya hari ini," ujarnya.

    Namun Hanung enggan menjawab saat ditanya mengenai harga keekonomian Premium dan solar jika mengacu pada harga minyak mentah dunia saat ini. Untuk diketahui, dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2014, asumsi harga minyak mentah Indonesia masih dipatok US$ 105 per barel. (Baca juga: Nurul Arifin: Harga Dunia Turun, Kok BBM Kita Naik.)

    Penurunan harga minyak mentah dunia ini terjadi bersamaan dengan rencana pemerintah untuk menaikkan harga Premium dan solar bersubsidi. Namun sejumlah pihak mendesak harga BBM bersubsidi tidak perlu dinaikkan karena harga minyak mentah dunia sedang turun. Wakil Presiden Jusuf Kalla pun mengatakan tengah mengkaji ulang rencana kenaikan harga BBM. (Baca: JK: Kenaikan Harga BBM Harus Lebih Cepat.)

    KHAIRUL ANAM

    Berita Terpopuler
    Faisal Basri Jadi Ketua Tim Pembasmi Mafia Migas
    SBY Minta Kader Demokrat Loyal ke Jokowi
    Kata Romo Benny Soal Muslim AS yang Salat di Katedral

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.