Jokowi Pulang, Ekonom: Mustahil Harga BBM Naik  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan sejumlah gubernur usai pembukaan Rakornas Kabinet Kerja, di Istana Negara, Jakarta, 4 November 2014. Jokowi menyampaikan rencana pemerintah untuk melakukan pengalihan subsidi BBM ke subsidi pupuk dan benih, irigasi dan bendungan. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan sejumlah gubernur usai pembukaan Rakornas Kabinet Kerja, di Istana Negara, Jakarta, 4 November 2014. Jokowi menyampaikan rencana pemerintah untuk melakukan pengalihan subsidi BBM ke subsidi pupuk dan benih, irigasi dan bendungan. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepulangan Presiden Joko Widodo setelah menghadiri serangkaian agenda internasional memunculkan beragam spekulasi mengenai realisasi rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Apalagi, sejumlah petinggi negara sudah mengatakan kenaikan harga BBM akan diumumkan setelah Jokowi pulang dari luar negeri. (Baca: Jusuf Kalla: Kenaikan Harga BBM Akan Ditunda)

    Namun Direktur Institute for Development Economy and Finance Enny Sri Hartati punya pandangan lain. Menurut Enny, mustahil harga BBM naik dalam tiga hari mendatang, "Karena hingga kini belum ada persiapan yang dilakukan pemerintah untuk menaikkan harga BBM," kata Enny kepada Tempo, Ahad, 16 November 2014.

    Menurut Enn, kenaikan harga BBM memerlukan persiapan dan kalkulasi yang matang dan komprehensif. Cepat atau lambatnya penaikan harga BBM, kata dia, tidak menjadi persoalan jika dilakukan dengan persiapan yang tepat. Enny mengatakan pemerintah terlalu gegabah jika langsung menaikkan harga BBM tiga hari setelah kepulangan Jokowi. Kenaikan harga BBM dapat dilakukan dalam waktu dekat apabila Jokowi sudah menginstruksikan penggelaran rapat kabinet saat dia berada di luar negeri. (Baca: JK: Kenaikan Harga BBM Harus Lebih Cepat  )

    Apalagi, kata Enny, kenaikan harga BBM akan memberikan efek simultan. Karena itu, setiap menteri harus memberikan kalkulasi mengenai dampak kenaikan harga di sektor yang dia pegang serta menyiapkan antisipasi. Sebagai contoh, kata Enny, Kementerian Ketenagakerjaan harus memberikan kalkulasi ihwal upah buruh. "Di dalam negeri masih belum ada deal. Apabila ternyata dampak kenaikan BBM tak dapat diatasi dengan baik, kredibilitas pemerintah dapat terancam," ujar Enny.

    Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan pemerintah akan memutuskan kenaikan harga BBM dalam waktu dekat. "Insya Allah, begitu Pak Jokowi tiba di Tanah Air, (kenaikan harga BBM bersubsidi) segera akan diumumkan supaya menghilangkan keragu-raguan," kata Kalla di Istana Wakil Presiden, Jumat, 14 November 2014.

    Menurut Kalla, saat ini pemerintah tengah menghitung jumlah kenaikan harga BBM dengan pertimbangan turunnya harga minyak dunia ke level US$ 85 per barel. Selain itu, kata Kalla, pemerintah juga perlu melakukan kalkulasi dengan pertimbangan melemahnya nilai tukar rupiah. "Harus kami hitung ulang. Disesuaikan dengan kondisi yang ada." Kalla mengatakan pemerintah tidak tak ingin harga BBM dinaikkan ketika harga minyak dunia tengah turun. (Baca: Nurul Arifin: Harga Dunia Turun, Kok BBM Kita Naik)

    DINI PRAMITA

    Berita Terpopuler
    Jokowi Kenalkan Blusukan di Forum G-20

    Kasus Shabu Unhas, Nilam Dikenal Temperamental

    Sarwono: Ada Calon Ketum Golkar yang Pro-Jokowi  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.