Pertamina Buat 10 SPDN Bergerak untuk BBM Nelayan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Pertamina (Persero) akan memperbanyak solar packed dealer nelayan (SPDN) bergerak untuk menjamin ketersediaan bahan bakar minyak buat nelayan yang berhak mendapatkan subsidi.

    "Pertamina akan menyediakan sebanyak 10 unit SPDN-Portable di Pantura Jawa tahun ini," kata Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya di Tempat Pelelangan Ikan Tanjung Pasir, Tangerang, Banten, Selasa, 11 November 2014. (Baca:Pertamina Bangun Kartu BBM Subsidi Khusus Nelayan)

    Menurut Hanung, selama ini para nelayan mendapatkan pasokan BBM subsidi di 1.227 unit penyalur yang terdiri dari stasiun pengisian bahan bakar nelayan, SPDN, stasiun pengisian bahan bakar untuk bunker, SPBU, agen premium dan minyak solar, serta terminal bahan bakar minyak. Sampai akhir Oktober 2014, Pertamina disebut telah menyalurkan premium dan solar subsidi untuk nelayan sebanyak 1,5 juta kiloliter. (Baca:Susi: Dana Subsidi BBM Bisa Bangun 25 Universitas )

    Pertamina menyatakan, SPDN-Transportable ini dimaksudkan untuk mempercepat pengembangan penyediaan lembaga penyalur khusus untuk nelayan. SPDN-Transportable sendiri dikembangkan dengan menggunakan mobil tangki BBM berkapasitas 10 kiloliter  yang dapat menjangkau banyak wilayah pelabuhan kecil.

    "Ini bagian dari upaya Pertamina memberikan kemudahan akses dan kepastian pasokan BBM untuk nelayan," kata Hanung. (Baca:Di APEC, Jokowi Bahas Pengalihan Subsidi BBM )

    KHAIRUL ANAM

    Terpopuler
    Bahasa Inggris Jokowi Dipuji 
    Bertemu Obama, Jokowi Berbahasa Indonesia
    Hasut Massa Tolak Ahok, Bos FPI Terancam Pidana
    FPI Siapkan Pengganti Ahok, Namanya Fahrurrozi
    Pidato Berbahasa Inggris, Jokowi Bisa Langgar Sumpah  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).