Pendapatan PLN Tumbuh 18,4 Persen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi PLN. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Ilustrasi PLN. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - PT PLN (Persero) mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp 2‎18,7 triliun pada kuartal III 2014. Jumlah itu naik ‎18,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya senilai Rp 184,7 triliun.

    Manajer Senior Komunikasi Korporat PLN, Bambang Dwiyanto, mengatakan peningkatan pendapatan karena ‎volume penjualan tenaga listrik juga naik 6,3 persen dibanding tahun lalu, menjadi ‎146,8 terawatt hour (TWh). "Kenaikan tarif tenaga listrik secara berkala per dua bulan juga menjadi salah satu sebab lain," kata dia dalam keterangan tertulis, Selasa, 11 November 2014.‎ (Baca:Tarif Listrik Oktober Turun)

    Seperti diketahui, tarif listrik untuk golongan I-3 perusahaan terbuka telah naik 8,6 persen per dua bulan. Sedangkan golongan I-4 naik 13,3 persen per dua bulan. Pemerintah juga menetapkan tarif listrik disesuaikan setiap bulan-menyesuaikan harga minyak mentah dunia dan kurs rupiah- mulai pertengahan tahun ini.‎

    Menurut Bambang, total aset Perseroan pada triwulan III 2014 menjadi Rp 621,3 triliun, atau tumbuh 4,3 persen. ‎Di sisi lain, beban usaha pada triwulan III 2014 juga naik 14,9 persen menjadi Rp178,3 triliun. Peningkatan beban usaha ini terutama karena peningkatan konsumsi dan ‎kenaikan harga bahan bakar. (baca: Menperin: Pebisnis Tak Keluhkan Kenaikan Harga BBM )

    Laba usaha badan usaha milik negara ini, kata Bambang, tercatat sebesar Rp 40,4 triliun atau ‎tumbuh 37,1 persen dibanding tahun lalu. Sedangkan laba bersih Perseroan meningkat menjadi Rp ‎15,3 ‎triliun, atau naik sebesar Rp 36,7 triliun dibanding periode tahun 2013. "Saat itu perusahaan masih mengalami kerugian sebesar Rp 21,4 ‎triliun," kata Bambang.

    Perseroan juga terus melakukan efisiensi, di antaranya dalam pos biaya kepegawaian dan pemeliharaan. Menurut Bambang, hingga triwulan III 2014 biaya pemeliharaan dan pegawai masing-masing turun Rp 187,3 juta dan Rp 264,8 juta per pegawai. Jumlah itu turun dari periode yang sama tahun 2013, yang mencapai Rp 188,5 juta dan Rp 276,5 juta per pegawai.‎ (Baca:Angka Inflasi pada Oktober 2014 Naik 0,47 Persen )

    FAIZ NASHRILLAH‎

    Terpopuler
    Bahasa Inggris Jokowi Dipuji 
    Bertemu Obama, Jokowi Berbahasa Indonesia
    Hasut Massa Tolak Ahok, Bos FPI Terancam Pidana
    FPI Siapkan Pengganti Ahok, Namanya Fahrurrozi
    Pidato Berbahasa Inggris, Jokowi Bisa Langgar Sumpah  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.