Di Beijing, Jokowi Sentil Kualitas Produk Cina

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi tiba di stasiun Tianjin setelah naik kereta cepat dari Beijing, 9 November 2014. TEMPO/Ananda Teresia

    Presiden Jokowi tiba di stasiun Tianjin setelah naik kereta cepat dari Beijing, 9 November 2014. TEMPO/Ananda Teresia

    TEMPO.CO, Beijing-Presiden Joko Widodo menyinggung soal kualitas produk Cina di akhir pidatonya dalam Forum Indonesia-Cina Perdagangan, Investasi dan Ekonomi di Beijing, Minggu, 9 November 2014. Menurutnya, kualitas produk Cina di Indonesia masih rendah.

    “Masalah kualitas, saya harus ngomong apa adanya, harus diperbaiki,” kata Jokowi sambil menyebutkan bahwa kedua negara telah bekerja sama sedemikian lama. Dia menyatakan kesalahan ada di kedua pengusaha, baik di Cina maupun Indonesia.

    “Saya berikan contoh power plant (pembangkit listrik). Kualitas yang sekarang ada, yang sudah dibangun, itu kualitasnya, kualitasnya kurang baik,” kata Jokowi seraya menegaskan Indonesia akan perlu lebih banyak pembangkit listrik di masa depan.

    Menurutnya, produk-produk seperti itu memang harus dilihat kualitasnya. Sehingga jangan sampai muncul persepsi atau kesan bawah barang yang berasal dari Cina itu berkualitas rendah. “Karena saya tahu memang produknya di sini banyak yang baik,” kata Jokowi. Tetapi kadang-kadang, kata dia, yang di Indonesia juga minta yang tidak baik tetapi dibayar dengan harga yang baik. “Ini yang enggak benar,” ujarnya.

    Jokowi curhat, saat menjadi Gubernur DKI Jakarta, ia memesan bus dari Cina tapi yang datang produk dengan kualitas yang kurang baik. “Saya kira Bapak-Ibu semuanya tahu. Ini sudah tidak boleh terjadi lagi. Ke depan semuanya harus barang-barang yang mempunyai kualitas,” tutur Jokowi.

    Jokowi menegaskan keuntungan harus berada di kedua negara, kedua pengusaha. “Keuntungan harus berada di rakyat Indonesia dan rakyat Tiongkok. Saya tunggu kedatangannya di Indonesia. Saya tunggu investasinya di Indonesia,” kata Jokowi menutup pidato.

    Di awal pidato, Jokowi mengajak pengusaha Cina untuk berinvestasi di bidang infrastruktur Indonesia. Dia juga berjanji untuk menyelesaikan tantangan yang selama ini dihadapi investor seperti masalah perizinan dan pembebasan tanah. (baca: Indonesia Manfaatkan APEC Perkuat Konektivitas)

    NATALIA SANTI

    Terpopuler
    Gibran Jokowi Tak Malu Bisnis Katering  
    Jalankan Bisnis Katering, Ini Curhat Gibran
    Ini Isu Menteri Gobel Saat Temui Lima Menteri APEC
    Gibran Jokowi Tak Ajak Adiknya Berbisnis Katering


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.