Menteri Energi: Petral Tak Harus Dibubarkan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said, di halaman Istana Merdeka, Jakarta, 26 Oktober 2014. TEMPO/Subekti

    Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said, di halaman Istana Merdeka, Jakarta, 26 Oktober 2014. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said tak berencana membubarkan PT Pertamina Energy Trading Ltd (Petral). Menurut dia, anak usaha Pertamina ini hanya perlu pengawasan dalam mengamankan pasokan minyak di dalam negeri. “Petral itu tidak harus dibubarkan, tapi kontrolnya harus berpihak untuk nasional,” ujarnya, Sabtu, 1 November 2014.

    Sudirman juga membantah tuduhan bahwa Petral adalah sarang mafia migas. Dia menyatakan tuduhan itu tidak benar. Pemerintah masih membutuhkan Petral untuk memasok kebutuhkan minyak di dalam negeri. (Baca : TrioMacan2000 Klaim Tahu Skandal Pupuk dan Petral)

    Pemerintah akan melakukan pengawasan secara menyeluruh, sehingga kinerja perusahaan yang berpusat di Singapura itu lebih optimal. “Petral ini industri strategis bagi Indonesia,” ucapnya. (Baca : Jokowi Bantah Tahu Rencana Pembekuan Petral)

    Sudirman menyatakan hingga kini Petral masih dimiliki sepenuhnya oleh pemerintah. "Seratus persen sahamnya dimiliki Pertamina. Jadi kalau manajemen Pertamina baik, komisaris Pertamina baik, Petral akan baik," ujarnya. (Baca : Rini Tunggu Jokowi Putuskan Nasib Petral)

    Ia tidak mempersoalkan kedudukan Petral yang berada di Singapura. Sebagai negara negara tetangga, kata dia, Negeri Singa memiliki lokasi yang strategis sebagai mitra dagang Indonesia. “Singapura adalah negara yang strategis untuk membangun bisnis‎,” ujarnya.

    Senada dengan Sudirman, Rabu, 29 Oktober 2014, Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno menyatakan belum berencana membubarkan Petral. "Dari Presiden (Joko Widodo) juga belum ada arahan untuk membubarkan," kata Rini.

    Tim transisi pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla sebelumnya sempat mengusulkan pembubaran Petral. ‎Pembubaran perusahaan pengimpor minyak yang berada di Singapura tersebut mengemuka dalam diskusi Kelompok Kerja Energi Tim Transisi Jokowi-JK dengan puluhan ahli.

    Usul pembubaran Petral juga sempat disuarakan Dahlan Iskan saat awal menjabat Menteri BUMN. Dahlan menyatakan akan membubarkan Petral jika terbukti ada mafia migas.
    Namun, hingga Dahlan turun dari jabatannya, Petral tak kunjung dibubarkan. Bahkan belakangan, saat ditanya tentang pembubaran itu, Dahlan emoh menanggapi. "Saya masih menteri, jadi saya tak mau berkomentar," kata Dahlan beberapa waktu lalu.

    JAYADI SUPRIADIN | FAIZ NASHRILLAH

    Berita Terpopuler
    Curhat Fadli Zon dan Hinaan Jilbab di Twitter
    Begini Pesan Jokowi pada Penghinanya
    Konflik PPP, Haji Lulung: Romi Itu Bodoh 
    Mantan Suami: Menteri Susi Antik Banget 
    Koalisi Prabowo seperti Kartel Membahayakan  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.