IUP Jatuh Tempo, Semen Bosowa Hentikan Aktivitas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Hariandi Hafid

    TEMPO/Hariandi Hafid

    TEMPO.CO, Makassar - General Affair Department PT Semen Bosowa Maros, Nur Alang, mengatakan Semen Bosowa mulai hari ini menghentikan eksploitasi bahan tambang tanah liat dan batu gamping untuk bahan baku semen. Ini dilakukan sebagai bagian dari ketaatan perusahaan terhadap aturan yang berlaku.

    "Kami paham IUP yang selama 15 tahun diberikan sudah berakhir, sehingga yang ada sekarang hanya kegiatan produksi semen menggunakan bahan baku yang tersedia," kata Nur Alang kepada Tempo, Ahad, 12 Oktober 2014. (Baca: 2017, Bosowa Akan Kuasai 20 Persen Pasar Semen)

    Dia mengatakan, dengan berhentinya aktivitas tambang ini, Semen Bosowa sudah pasti mengalami kerugian. Namun, untuk sementara, kerugian dari aktivitas tambang yang dihentikan itu belum berdampak pada produksi semen. "Karena persediaan bahan baku kami masih cukup sampai 15 hari ke depan. Kami berharap IUP bisa segera terbit sebelum bahan baku kami habis," kata Nur.

    Menurut Nur, segala dokumen persyaratan untuk perpanjangan izin telah dilengkapi Semen Bosowa dan siap dikaji kelayakannya oleh pemerintah daerah. Rekomendasi kelayakan izin dari Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kehutanan, sampai tingkat dinas di kabupaten telah selesai. "Semua berkas ini dalam kajian Pemerintah Kabupaten Maros. Kami pun akan melakukan ekspose dokumen jaminan reklamasi besok di kantor Bupati Maros," kata Nur. (Baca: 2014, Ekspor Semen Indonesia Diprediksi Melonjak)

    Sebelumnya, Widodo Kosikin, Kepala Pemasaran PT Semen Bosowa, mengatakan perusahaan menargetkan penjualan semen sepanjang tahun 2014 ini bisa tercapai hingga 4,6 juta ton dengan daerah penjualan yang sudah tersebar di 28 provinsi. Kebutuhan semen di Indonesia setiap bulan sekitar 5 juta ton. Untuk Sulawesi Selatan sekitar 190 ribu ton. "Saat ini kami menguasai 5,76 persen pasar semen di Indonesia. Target kami bisa sampai 10 persen," kata Widodo.

    MUHAMMAD YUNUS

    Baca juga:
    Lava Pijar Diduga Penyebab Kebakaran Hutan Lindung
    Pengamat: Koalisi Merah Putih Harusnya Bubar
    70 Persen Remaja Mengakses Layanan Aborsi
    Kembali Juara Dunia, Begini Reaksi Marquez


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?