JK: Uruslah Sawah dan Kebun!  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga melakukan aktivitas di lahan pertanian yang tertutup abu vulkanik abikat erpusi Gunung Sinabung di desa Sigarang-Garang, Karo, Sumut, Sabtu (8/2). ANTARA/Wahyu Putro A

    Sejumlah warga melakukan aktivitas di lahan pertanian yang tertutup abu vulkanik abikat erpusi Gunung Sinabung di desa Sigarang-Garang, Karo, Sumut, Sabtu (8/2). ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil presiden terpilih Jusuf Kalla mengatakan, setelah resmi dilantik pada 20 Oktober nanti, dia akan menginstruksikan pegawai di kementerian bidang agraria untuk sering ke luar kantor. Dia menyatakan bakal menyuruh mereka menuju sawah dan perkebunan untuk melakukan penyuluhan.

    "Jangan hanya urus surat-surat. Uruslah sawah dan kebun!" kata Kalla di hadapan peserta seminar Hari Agraria di kantor DPP Nasional Demokrat, Kamis, 25 September 2014. (Baca: Petani Ingin Pemerintah Tidak Angin-anginan)

    JK mengatakan, saat menjabat Wakil Presiden Indonesia periode 2004-2009, dia berhasil mengatasi masalah kedaulatan pangan. Caranya, dengan melakukan modernisasi alat pertanian, pembibitan, pengairan, dan menerapkan metode pertanian tertentu. "Begitu saya tinggal, langsung keran impor banjir," kata JK. (Baca: Ahok Belajar Pertanian di Lahan Reklamasi Korsel)

    Dalam kesempatan itu, JK mengatakan kantor Kementerian Pertanian amat luas. Di Amerika Serikat, kata dia, kantor Kementerian Pertanian hanya terdiri atas satu gedung. Sedangkan di Indonesia kantornya bisa seluas 10 hektare. "Kita bertani dalam bentuk birokrasi yang hebat."

    Dalam ceramahnya, JK mengatakan kedaulatan pangan akan diutamakan dalam pemerintahannya, meski proses menuju hal itu tak mudah. Negara, kata JK, akan menjamin kemandirian di bidang pangan. "Satu tahun lagi kita harus bisa swasembada pangan."

    MUHAMMAD MUHYIDDIN

    Berita Terpopuler:
    PDIP: Ada Mafia Migas Besar dan Recehan
    Pria Ini Rela Membayar Rp 900 Juta untuk Ciuman
    IP Address Penghina Ridwan Kamil di Jakarta


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.