Garuda Khawatir Efek Domino Penundaan karena Asap  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat Garuda Indonesia. TEMPO/Marifka Wahyu  Hidayat

    Pesawat Garuda Indonesia. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.COJakarta - Maskapai Garuda Indonesia khawatir akan terjadi efek domino penundaan penerbangan akibat dampak asap dari kebakaran hutan di Sumatera dan Kalimantan. Maklum, setiap hari Garuda Indonesia memiliki 580 penerbangan. 

    "Penundaan penerbangan karena menunggu asap hilang akan mengakibatkan dampak penundaan pada penerbangan berikutnya, seperti efek domino," kata juru bicara Garuda Indonesia, Pujobroto, kepada Tempo, Selasa, 16 September 2014. (Baca: Lima Penerbangan Garuda Tertunda karena Kabut Asap)

    Menurut Pujobroto, faktor asap tersebut akan mengganggu operasional penerbangan pesawat. Selain penundaan, pesawat juga harus menambah bahan bakar yang digunakan untuk mendarat dulu di bandara lain atau kembali ke bandara asal (return to base/RTB). "Ini menimbulkan inefisiensi," ujarnya. Namun, ia belum menghitung inefisiensi yang harus ditanggung maskapai lantaran gangguan asap tersebut.

    Selain itu, maskapai juga harus menanggung kewajiban moral kepada penumpang. Sebab, penundaan membuat ketepatan waktu penerbangan menjadi terganggu. (Baca: Asap Riau Mulai Mengganggu Penerbangan)

    Kabut asap kembali memenuhi langit Kalimantan Tengah pada kemarin. Berdasarkan pantauan satelit National Oceanic Atmospiheric And Administration (NOAA), jumlah titik panas di Kalimantan Tengah mencapai 227 titik. Jumlah tersebut didominasi hotspot terbanyak di Kabupaten Kotawaringin Timur (41 titik), Katingan (37 titik), Pulang Pisau (36 titik), Kapuas (31 titik) dan Seruyan (14 titik). (Baca: Asap Indonesia Kembali Ganggu Singapura)

    Akibat kabut asap itu, sejumlah penerbangan harus mengalami keterlambatan. Sekadar contoh, penerbangan GA550 dengan rute Jakarta-Palangkaraya dijadwalkan berangkat pukul 05.55 WIB dan tiba pukul 07.35 WIB. Sayangnya, saat tiba di langit Palangkaraya tepat sesuai jadwal, jarak pandang di bawah batas aman, yakni minimal 1.200 meter. Pilot kemudian memutuskan untuk mengalihkan penerbangan ke Balikpapan dan tiba sekitar pukul 08.35 waktu setempat.

    Menurut Pujobroto, setelah menunggu sekitar dua setengah jam di Balikpapan, pesawat akhirnya terbang kembali ke Palangkaraya dan tiba pukul 11.55 WITA. "Semua itu kami lakukan dengan pemberitahuan kepada penumpang. Semua menerima karena ini force majeure karena alam." Garuda juga memberikan sejumlah kompensasi, antara lain memberi makanan kepada penumpang karena telah menunggu lama. 

    AYU PRIMA SANDI

    TERPOPULER
    Pasar Kecewa terhadap Susunan Kabinet Jokowi
    Gandeng Parpol, Jokowi Tak Ingkar Janji
    Tak Ada Elpiji, Tinja pun Jadi
    Jadi Presiden, Harga Sepatu Jokowi Rp 400 Ribu


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.