PLN Konsumsi 74 Juta Ton Batu Bara Tahun 2014

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Alat berat melakukan aktivitas penambangan batubara di Kintap, Tanah Laut, Kalimantan Selatan, 11 Oktober 2012. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Alat berat melakukan aktivitas penambangan batubara di Kintap, Tanah Laut, Kalimantan Selatan, 11 Oktober 2012. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Divisi Batubara PT PLN Helmi Najamudi mengatakan konsumsi batu bara pembangkit listrik mencapai 50 juta ton sejak awal tahun hingga Agustus 2014. Dia memperkirakan hingga akhir tahun, kebutuhan batu bara mencapai 72 juta ton.

    "PLN punya 74 PLTU batu bara dan kebutuhan tahun ini 74 juta ton," katanya saat ditemui di kantor pusat PLN, Jakarta, Selasa, 16 September 2014.

    Menurut dia, sebanyak 62 persen pembangkit listrik milik PLN berasal dari tenaga batu bara. Dia mengatakan biaya produksi listrik dengan bahan bakar batu bara lebih murah dari minyak. Dia mencontohkan untuk memprodukis 1 kWh (kilowatt hour) dari batu bara membutuhkan biaya Rp 350, sedangkan dari minyak Rp 2.080.

    Dengan pertumbuhan listrik sebanyak 9,4 persen setiap tahun, maka PLN membutuhkan tambahan pasokan batu bara 10 juta ton per tahun. PLN saat ini menggandeng 23 perusahaan batu bara untuk memenuhi kebutuhan daya listriknya, seperti PT Adaro Indonesia, Berau Coal, Triguna, dan Arutmin.

    ALI HIDAYAT

    Baca juga:
    Situs Gunung Padang Tetap Terbuka untuk Wisatawan
    Dua Pejabat Kemenhukham Tersangka Pungli
    Dua Polisi di Surabaya Terindikasi Pakai Narkoba
    Dubes AS Imbau Jokowi Fokus Bangun Infrastruktur


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ekspor Benih Lobster, dari Susi Pudjiastuti hingga Edhy Prabowo

    Kronologi ekspor benih lobster dibuka kembali oleh Edhy Prabowo melalui peraturan menteri yang mencabut larangan yang dibuat Susi Pudjiastuti.