DPR Rampungkan Pemilihan Anggota BPK  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota DPR dari fraksi Partai Demokrat, Achsanul Qosasih. TEMPO/Imam Sukamto

    Anggota DPR dari fraksi Partai Demokrat, Achsanul Qosasih. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Keuangan Dewan Perwakilan Rakyat memutuskan lima anggota Badan Pemeriksa Keuangan. Keputusan ini diambil dengan jalan voting. Kelima anggota BPK yang berhasil lolos adalah Moermahadi Soerja Djanegara, Harry Azhar Aziz, Rizal Djalil, Achsanul Qosasi, dan Eddy Mulyadi Soepardi.

    Eddy lolos setelah voting ulang karena perolehan suaranya sama dengan Nur Yasin. Setelah voting kedua, Eddy unggul dengan 31 suara, sementara Nur Yasin memperoleh 11 suara lebih rendah.

    Komisi Keuangan memastikan semua anggota terpilih dapat dilantik menjadi anggota BPK. "Waktu itu, kan, pernah ada yang dibatalkan MA karena yang terpilih adalah pemegang kuasa anggaran," kata Wakil Ketua Komisi Keuangan Andi Rahmat di Kompleks Parlemen Senayan, Senin, 15 September 2014.

    Komisi Keuangan DPR sejak 4 September lalu menguji kelayakan dan kepatutan 61 calon anggota BPK. Awalnya DPR menerima sebanyak 67 nama calon Ketua BPK. Namun kemudian ada calon yang mengundurkan diri. (Baca juga: Ini Alasan Ali Masykur Mundur dari Bursa BPK

    Para calon berasal dari berbagai latar belakang. (Baca juga: Ini Nama Politikus Pro-Prabowo Peserta Seleksi BPK.) Dari politikus, akademikus, hingga polisi. Ada pula anggota BPK yang mencalonkan diri, baik yang masih aktif maupun yang telah pensiun. Para calon anggota diuji oleh Dewan Perwakilan Daerah terlebih dulu. Setelah itu mereka melakukan presentasi di Komisi Keuangan DPR.

    TRI ARTINING PUTRI

    Terpopuler
    SBY Bingung Disalahkan Soal RUU Pilkada
    Koalisi Merah Putih Jalani Strategi Bumi Hangus
    Pilkada Langsung Boros? Ini Bantahannya
    SBY: Partai Demokrat Bukan Koalisi Merah Putih
    Menelisik Pengurusan Pelat Nomor Cantik Mobil Mewah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.