ALI: Tarif Penyeberangan Ikut Mekanisme Pasar Saja  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemudik memadati gangway menuju kapal feri di Pelabuhan Bakauheni, Lampung, 1 Agustus 2014. Arus balik pemudik yang akan menyeberang ke Merak, mulai padat jelang puncak arus balik pada Sabtu (2/8). ANTARA/Kristian Ali

    Pemudik memadati gangway menuju kapal feri di Pelabuhan Bakauheni, Lampung, 1 Agustus 2014. Arus balik pemudik yang akan menyeberang ke Merak, mulai padat jelang puncak arus balik pada Sabtu (2/8). ANTARA/Kristian Ali

    TEMPO.CO, Jakarta - Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) meminta agar penetapan tarif penyeberangan antarprovinsi menggunakan mekanisme pasar. Dengan begitu, tarif penyeberangan akan disesuaikan dengan kapasitas kapal dan lama waktu penyeberangan.

    "Kami maunya tarif penyeberangan ini bebas saja, tidak usah ada tarif yang ditentukan pemerintah," kata Ketua Umum ALI, Zaldi Ilham Masita, saat dihubungi Tempo, Sabtu, 13 September 2014. (Baca: Kenaikan Tarif Penyeberangan Laut Disetujui)

    Menurut Zaldi, kalau ada kapal feri yang muatannya banyak dan waktu kirimnya lebih cepat tanpa harus mengantre lama, maka tarifnya dipatok tinggi. Sebaliknya, jika mau tarif yang murah, maka kapal feri yang harus menunggu lebih lama yang dipilih. "Daripada sekarang, tarif sama tapi pelayanan tidak bagus," ujarnya.

    Zaldi mengatakan dengan kenaikan yang akan diterapkan mulai Senin, 15 September, artinya selama enam bulan ini tarif penyeberangan mengalami kenaikan dua kali. Pertama, pada Februari-Maret lalu. Sayangnya, kenaikan tarif tersebut tak diiringi dengan peningkatan pelayanan di pelabuhan. "Kami enggak masalah tarif lebih mahal, tapi waktu tunggunya, ya, seharusnya maksimum dua jam." (Baca: Tarif Ekonomi Pelni Resmi Naik 20 Persen)

    Pada 15 Agustus lalu, Menteri Perhubungan Evert Erenst Mangindaan telah meneken Peraturan Menteri Perhubungan tentang Tarif Angkutan Penyeberangan Lintas Antarprovinsi. Peraturan tersebut mengatur kenaikan tarif di 39 pelabuhan penyeberangan di seluruh Indonesia. Tarif tersebut belum termasuk iuran wajib pertanggungan kecelakaan penumpang dan jasa kepelabuhan.

    Sebagai contoh, tarif dasar penumpang dewasa pejalan kaki di Merak-Bakauheni yang sebelumnya hanya Rp 10.525 (tarif utuh Rp 13.000) dan Rp 5.865 (tarif utuh Rp 8.000) untuk anak-anak, naik menjadi Rp 11.500 dan Rp 6.500. Sementara itu, tarif dasar penumpang dewasa pejalan kaki di Ketapang-Gilimanuk yang sebelumnya Rp 4.440 (tarif utuh Rp 6.500) dan Rp 3.700 (tarif utuh Rp 5.500) untuk anak-anak, menjadi Rp 5.000 dan Rp 4.000. (Baca juga: Pengusaha Penyeberangan Minta Kenaikan Tarif)

    AYU PRIMA SANDI

    TERPOPULER
    Surya Paloh Temui Petinggi Partai Komunis Cina

    Wanita Ini Teror Tetangga Demi Rumah Impian

    5 Senyawa yang Baik untuk Kesehatan Mata

    Kapolri Tahu Misteri Penyebab Hilangnya MH370


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peranan Penting Orang Tua dalam Kegiatan Belajar dari Rumah

    Orang tua mempunyai peranan yang besar saat dilaksanakannya kegiatan belajar dari rumah.