Pelindo II Yakin Tol Laut Bisa Beres dalam 5 Tahun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana pembangunan Terminal NewPriok di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, 2 Agustus 2014. Pengerjaan proyek NewPriok diharapkan siap beroperasi akhir 2014. ANTARA/Andika Wahyu

    Suasana pembangunan Terminal NewPriok di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, 2 Agustus 2014. Pengerjaan proyek NewPriok diharapkan siap beroperasi akhir 2014. ANTARA/Andika Wahyu

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Pelindo II (Persero), R.J. Lino, menyatakan konsep Pendulum Nusantara yang mirip dengan konsep tol laut presiden terpilih, Joko Widodo, bisa beres hanya dalam waktu singkat. Jika Pelindo I, II, III, dan IV diberi komitmen investasi USD 5 miliar-6 miliar, konsep itu bisa terlaksana. "Beres itu lima tahun," kata Lino di Jakarta Convention Centre, Jakarta, Rabu, 3 September 2014. (Baca: Program Pendulum Nusantara Berjalan Lambat)

    Pendulum Nusantara merupakan konsep pelayaran yang digagas oleh Kementerian Perhubungan. Konsep itu menginginkan adanya pelayaran rutin dari barat ke timur Indonesia atau sebaliknya dengan menggunakan kapal besar. Jokowi yang terpilih sebagai presiden pun mengusung konsep tol laut yang disebut-sebut mirip dengan konsep Pendulum Nusantara. (Baca: Jokowi Kembali Beberkan Konsep Tol Laut)

    Menurut Lino, ada sekitar 22 pelabuhan yang mesti diperbaiki mulai dari Kuala Tanjung sampai Sorong untuk mewujudkan konsep itu. Jakarta, kata Lino, sudah mampu menampung kapal-kapal besar. Sementara itu, untuk Surabaya, Makassar, dan Sorong, tinggal sedikit dibereskan. Pelabuhan lainnya juga perlu dibereskan, seperti Dumai, Palembang, Teluk Bayur, Panjang, Pontianak, Pelabuhan Baru, Balikapapan, Pantoloan, Bitung, Denpasar, sampai Jayapura. "Dananya tak besar. Akan saya sampaikan ke pemerintah," kata Lino. (Baca: Pendulum Nusantara Menjadi Program Nasional)

    Berdasarkan studi Oxford Economics, kata Lino, jika level pelayanan pelabuhan di Indonesia disetarakan dengan level ASEAN, ekonomi akan tumbuh 0,31 persen. Jika produktivitasnya disetarakan dengan Singapura, pertumbuhan ekonomi bisa tambah 0,78 persen. "Gede banget. Padahal, beresin itu tak ada teknologi tingginya," kata Lino.

    Namun, kata Lino, kendala terbesar sebenarnya berada di sisi regulasi dan perizinan keluar-masuk barang. Mulai dari bea cukai, perdagangan, perindustrian, pertanian, hingga karantina. Menurut Lino, mahalnya biaya logistik bukan karena tingginya tarif angkut dan bongkar-muat barang. (Baca: Wali Kota Makassar: Tol Laut Berdampak Positif)

    "Pelabuhan, ongkos angkut, itu paling 35 persen dari biaya logistik. Yang 65 persen itu inventory-nya," kata Lino. Karena perizinan keluar-masuk barang lama dan melewati banyak pintu kementerian, maka inventory atau biaya simpan barang yang tertahan jadi meningkat.

    KHAIRUL ANAM

    TERPOPULER
    Makam Nabi Muhammad Akan Dipindahkan

    Pembelaan Jenderal Sutarman untuk Polisi 'Narkoba'

    Ini Alasan Pemindahan Makam Nabi Muhammad

    Misteri Batu Berjalan di Lembah Kematian Terkuak


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.