Harga Emas Dunia Naik, di Domestik Justru Anjlok  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Emas logam mulia. TEMPO/Imam Sukamto

    Emas logam mulia. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Perubahan harga emas di luar negeri berbanding terbalik dengan di dalam negeri. Harga emas yang dibanderol PT Aneka Tambang turun, padahal harga emas dunia naik. Dalam transaksi kemarin, Rabu, 13 Agustus 2014, harga emas dijual Rp 535 ribu per gram, turun Rp 2 ribu per gram dibanding hari sebelumnya, Rp 537 ribu per gram. (Baca juga : Harga Emas Antam Stabil) 

    Emas ukuran 5 gram dilepas dengan harga Rp 2,53 juta, sedangkan ukuran 10 gram Rp 5,01 juta. Adapun emas 25 gram dihargai Rp 12,45 juta; 50 gram Rp 24,85 juta; dan 100 gram dijual Rp 49,65 juta. Sementara itu, harga beli kembali (buyback) emas Antam dipatok sama dengan perdagangan sebelumnya, yakni pada level Rp 480 ribu per gram. (Baca juga : Ukraina Memanas, Harga Emas Antam Naik Lagi)

    Di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, harga emas justru menguat. Pada perdagangan Selasa, 12 Agustus 2014, seperti dikutip dari Reuters, harga emas di pasar spot naik 0,1 persen ke level US$ 1.309 per ounce. Sedangkan harga emas berjangka untuk pengiriman Desember di divisi COMEX New York Mercantile Exchange menguat 10 sen ke level US$1.310,60 per ounce.

    Penyebab naiknya harga emas adalah krisis Ukraina, yang menurunkan kepercayaan diri investor Eropa. "Kami mengantisiapsi kejatuhan indeks sebagai dampak memburuknya situasi geopolitik," kata ekonom Commerzbank Rainer Guntermann di London, seperti dikutip Reuters, Rabu, 13 Agustus 2014.

    Hal itu membuat nilai tukar euro melemah terhadap dolar Amerika. Akibatnya, harga emas di bursa New York naik.

    PINGIT ARIA



    Berita Terpopuler

    Begini Robin Williams Saat Pertama Ditemukan 

    Kenaikan Gaji PNS Jadi Pilot Project Jokowi 

    Tim Hukum Jokowi Percaya Diri Soal Saksi Prabowo 

    'Presiden ISIS' Ditangkap di Cilacap 

    Mau Ganti Dirut PLN, Dahlan Iskan Ditentang Wapres 

    Harun Al Rasyid, Guru Besar Hukum UI Wafat  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.