Pertamina Klaim Berwenang Putuskan Harga Gas Elpiji

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga antre untuk membeli gas elpiji 12 kg di Bandung, Jawa Barat, (10/5). Mereka harus rela antre selama dua jam dan hanya boleh membeli paling banyak dua tabung.  TEMPO/Prima Mulia

    Warga antre untuk membeli gas elpiji 12 kg di Bandung, Jawa Barat, (10/5). Mereka harus rela antre selama dua jam dan hanya boleh membeli paling banyak dua tabung. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara PT Pertamina (Persero), Ali Mundakir, menyatakan kenaikan harga elpiji ukuran 12 kilogram merupakan hak prerogatif perseroan. Dengan demikian, untuk menaikkan harga gas, kata Ali, Pertamina sebenarnya tak perlu meminta izin pemerintah. "Yang diperlukan sesuai peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral adalah kami melaporkan kepada pemerintah, bukan meminta izin," ujar Ali di gedung Kementerian Keuangan, Rabu, 13 Agustus 2014. (Baca: Kenaikan Harga Elpiji Sedang Digodok)

    Kewenangan kenaikan elpiji nonsubsidi 12 kilogram merupakan aksi korporasi. Upaya itu dilakukan untuk memangkas kerugian yang diakibatkan rendahnya nilai jual. (Baca juga: Harga Elpiji 12 Kg Naik, Chatib: Inflasi Tidak Besar)

    Ali mencatat, hingga semester I 2014, Pertamina mencatat kerugian hingga Rp 2,81 triliun. Adapun kerugian per tahun yang ditanggung perusahaan mencapai Rp 5 triliun. "Selama ini kerugian ditanggung oleh Pertamina, tidak ada subsidi silang," ujarnya. (Baca: ESDM Akui Gas Melon Laris Bila LPG Naik)

    Dengan adanya perbedaan harga itu, Ali mengklaim harga jual gas Pertamina lebih murah Rp 8.000 per kilogram dibandingkan ketiga perusahaan lainnya yang mematok harga jual gas Rp 15 ribu per kilogram. Sedangkan harga gas Pertamina masih di angka Rp 6.500 per kilogram.

    Dia juga menegaskan bahwa kenaikan harga elpiji 12 kilogram tidak menimbulkan dampak yang besar terhadap inflasi. Alasannya, pengguna gas ukuran tersebut didominasi oleh masyarakat kalangan ekonomi menengah ke atas. Hal ini berbeda dengan pengguna gas ukuran 3 kilogram yang masih disubsidi pemerintah.

    JAYADI SUPRIADIN


    Berita Terpopuler
    Novela Saksi Prabowo Doakan Israel
    Kenaikan Gaji PNS Jadi Pilot Project Jokowi 
    Begini Robin Williams Saat Pertama Ditemukan 
    Tim Hukum Jokowi Percaya Diri Soal Saksi Prabowo 
    Saksi Prabowo Mengaku ke MK Telah Diancam 
    'Presiden ISIS' Ditangkap di Cilacap

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.