Newmont Resmi Gugat Pemerintah ke Arbitrase  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lokasi tambang terbuka milik PT Newmont Nusa Tenggara di Batu Hijau, Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Minggu (3/7). Tambang di Batu Hijau yang mulai beroperasi secara penuh pada Maret tahun 2000 tersebut menghasilkan 4,87 kilogram tembaga dan emas sebesar 0,37 gram dari setiap ton bijih yang diolah. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Lokasi tambang terbuka milik PT Newmont Nusa Tenggara di Batu Hijau, Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Minggu (3/7). Tambang di Batu Hijau yang mulai beroperasi secara penuh pada Maret tahun 2000 tersebut menghasilkan 4,87 kilogram tembaga dan emas sebesar 0,37 gram dari setiap ton bijih yang diolah. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan pertambangan asal Amerika Serikat, PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) dan pemegang saham mayoritasnya, Nusa Tenggara Partnership B.V., mengumumkan pengajuan gugatan arbitrase internasional terhadap pemerintah Indonesia, Selasa, 1 Juli 2014. Gugatan ini terkait dengan larangan ekspor konsentrat yang berlaku sejak 12 Januari 2014, yang menyebabkan penghentian kegiatan produksi perseroan di tambang Batu Hijau, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. (Baca juga : Setelah Freeport, Newmont Sowan Chairul Tanjung)

    Presiden Direktur Newmont Nusa Tenggara, Martiono Hadianto, mengatakan langkah ini diambil setelah upaya pembicaraan soal larangan ekspor dengan pemerintah selama enam bulan terakhir belum juga selesai. Kami dan para pemegang saham tidak ada pilihan lain. Kami terpaksa mengupayakan penyelesaian masalah ini melalui arbitrase internasional guna memastikan bahwa pekerjaan-pekerjaan, hak-hak, serta kepentingan-kepentingan para pemangku kepentingan perusahaan terlindungi, kata Martiono dalam keterangan tertulis, Selasa, 1 Juli 2014.

    Martiono menyatakan bea keluar dan larangan ekspor konsentrat tembaga bertentangan dengan kontrak karya dan perjanjian investasi bilateral antara Indonesia dan Belanda. Dalam gugatan arbitrase yang diajukan kepada the International Center for the Settlement of Investment Disputes, Newmont Nusa Tenggara dan Nusa Tenggara Partnership berharap mendapat putusan sela yang mengizinkan perseroan mengekspor konsentrat lagi. Dengan demikian, kegiatan pertambangan di Batu Hijau bisa dioperasikan kembali. (Lihat juga : Renegosiasi Newmont Hampir Rampung)

    Pada 5 Juni 2014, perusahaan mengumumkan telah penghentian kegiatan produksi di tambang Batu Hijau. Saat ini, tambang tembaga dan emas Batu Hijau berada dalam tahap perawatan dan pemeliharaan seiring dengan terus dilakukannya upaya penyelesaian masalah ekspor.

    Pemerintah melarang ekspor bijih mineral dan mengenakan bea keluar tinggi atas ekspor konsentrat tembaga untuk mendorong pengolahan dan pemurnian di dalam negeri. Selain masalah bea keluar, hingga saat ini pemerintah belum menerbitkan surat persetujuan ekspor (SPE) konsentrat tembaga untuk Newmont.

    BERNADETTE CHRISTINA MUNTHE

    Terpopuler :
    Hari Ini, Tigerair Mandala Resmi Stop Terbang
    Aset Danamon Syariah Tumbuh 14 Persen pada Kuartal I
    16.200 Sepeda Motor dan 25.800 Penumpang Mudik Gratis


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.