Konsep 'Tol' Laut Jokowi Picu Kontroversi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Capres PDIP Joko Widodo bersama Cawapres PDIP Jusuf Kalla, menggunakan sepeda ontel menuju KPU untuk mengikuti pendaftaran Pilpres, di kediaman Megawati jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (19/5). Jokowi dan JK resmi diusung PDIP, Partai Nasdem, PKB dan Partai Hanura untuk Pilpres 9 Juli mendatang. TEMPO/Imam Sukamto

    Capres PDIP Joko Widodo bersama Cawapres PDIP Jusuf Kalla, menggunakan sepeda ontel menuju KPU untuk mengikuti pendaftaran Pilpres, di kediaman Megawati jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (19/5). Jokowi dan JK resmi diusung PDIP, Partai Nasdem, PKB dan Partai Hanura untuk Pilpres 9 Juli mendatang. TEMPO/Imam Sukamto

    Dukungan juga disampaikan oleh organisasi Jaringan Santri Se-Indonesia Dukung Jokowi-JK.  "Konsep tol laut Jokowi mengingatkan kita pada gagasan Gus Dur mengenai perlunya Indonesia berorientasi maritim," kata Ketua Jaringan Santri, Surya F. Adimansyah, melalui siaran pers, Jumat, 23 Mei 2014.

    Dia menuturkan Gus Dur semasa jadi presiden menyadari kekayaan Indonesia di laut masih banyak yang belum tergali serta Indonesia merupakan negara kepulauan yang lebih besar wilayah lautnya.  Tak hanya itu, kata dia, tol laut juga mempermudah distribusi barang dan jasa sehingga harga di satu pulau dengan pulau lain tidak berbeda jauh.  

    Tol laut, menurut Surya, juga meningkatkan akses pasar komoditas andalan di luar Jawa. Dia menegaskan, gagasan tol laut ini bukanlah membuat jalan tol di atas laut, namun membuat jalur pelayaran laut serta membangun pelabuhan besar dan kapal besar yang bisa memuat banyak barang. "Saatnya Indonesia berorientasi maritim demi menciptakan keadilan di Nusantara," ujarnya.

    MAYA NAWANGWULAN | LINDA TRIANITA

    Berita utama:
    Soal Inisial H, Jokowi: Haji Bukan Herbertus
    Militer Thailand Tahan Yingluck Shinawatra
    Delapan Jenderal Kawal Jokowi-JK ke Istana

    Terpopuler:
    Sokong Kampanye Prabowo, Ini Kekayaan Hary Tanoe


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.