PT PAL Incar Proyek Rekayasa Umum

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pekerja memasang plat baja pada blok kapal cepat rudal KCR 60 M pesanan Kementerian Pertahahan untuk TNI Angkatan Laut yang di kerjakan di bengkel shift lift divisi kapal perang  PT PAL Indonesia, Surabaya, Rabu (6/3). TEMPO/Fully Syafi

    Seorang pekerja memasang plat baja pada blok kapal cepat rudal KCR 60 M pesanan Kementerian Pertahahan untuk TNI Angkatan Laut yang di kerjakan di bengkel shift lift divisi kapal perang PT PAL Indonesia, Surabaya, Rabu (6/3). TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Surabaya - PT PAL Indonesia (Persero) membidik proyek-proyek rekayasa umum anjungan lepas pantai (offshore) untuk industri hulu migas. Direktur Produksi PT PAL Indonesia Edi Widiarto mengatakan proyek Engineering, Procurement, Construction and Installation (EPCI) dari Divisi General Engineering menyumbang 30 persen pendapatan perseroan.

    Selain dari proyek rekayasa umum, proyek kapal perang berkontribusi 50 persen, kapal niaga 5 persen dan sisanya jasa perawatan kapal. "Kami terus perkuat segmen proyek general engineering. Kalau bisa sebanyaknya," kata Edi di sela-sela First Steel Cutting Project Well Head Platform Madura BD pesanan Husky CNOOC Madura Limited (HCML) di Surabaya, Rabu, 30 April 2014.

    Proyek HCML, kata Edi, merupakan yang kedelapan dari proyek sejenis. Anjungan ini akan ditempatkan di Lapangan BD, Blok Madura Strait. Platform anjungan memiliki tinggi 55 meter dengan dilengkapi pipa 16 inci bawah laut sepanjang 52 kilometer untuk menyalurkan gas bumi ke titik serah di PLTG Grati, Pasuruan. Proyek senilai US$ 126 juta itu diperkirakan masuk tahap commissioning pada Maret 2015.

    Platform top side dan jacket dikerjakan sekitar 18 bulan dari keseluruhan pengerjaan proyek selama 30 bulan sejak Juli 2013. PT PAL membentuk konsorsium dari Offshore Oil Engineering Co. Ltd (COOEC) dan PT Supasi Widya Engineering untuk tahapan pengerjaan seperti engineering dan pengadaan material di bawah pengawasan Biro Klasifikasi Indonesia. "Empat puluh persen bahan baku dari domestik dan sisanya masih impor," ujar Edi.

    Vice President HCML Budianto Tomas mengatakan Lapangan BD diproyeksikan untuk produksi komersial pada awal 2016. Lapangan itu menyimpan potensi gas bumi sebanyak 110 juta kaki kubik per hari. Ia berharap PT PAL Indonesia bisa merealisasikan proyek sesuai target. "Saya dengar PT PAL ini sering terlambat menyelesaikan proyek. Tapi harus dilihat terlambatnya itu di mana, saya yakin PT PAL bisa tepat waktu," kata Tomas.

    DIANANTA P. SUMEDI

    Berita lain:
    Roy Suryo Terbukti Hanya Kehilangan Satu Suara
    Jagal Tangerang Baru Seminggu Putus Cinta
    Jalinan CintaTak Direstui,Jagal Tangerang Beraksi
    Jagal Tangerang Sakit Hati, Sekeluarga Dihabisi
    Adik Mantan Pacar Hentikan Amuk Jagal Tangerang
    Olga Syahputra Sakit, Ini Pengakuan Dokternya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bagi-bagi Jatah Menteri di Komposisi Kabinet Jokowi

    Partai koalisi pemerintah membahas komposisi kabinet Jokowi - Ma'ruf. Berikut gambaran komposisi kabinet berdasarkan partai pendukung pasangan itu.