Tim Pemberesan BPPN Benarkan Kelebihan Rekap Bank

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Tim Pemberesan Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Bidang Administrasi Aset, I Nyoman Sender, membenarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menyebutkan adanya kelebihan dana rekap beberapa bank mencapai Rp 7,3 triliun. Tapi, Sender menyatakan, hal itu tidak bisa dianggap sebagai suatu kelebihan. "Karena kalau dipasin banknya malah mati. Jangan bilang lebih," katanya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (22/6). Menurut Sender, kelebihan tersebut adalah untuk menjaga fungsi intermediasi bank tetap berjalan. Ia menyatakan, beberapa bank rekap tersebut adalah bank swasta, antara lain Permata, Bukopin dan Prima Ekspres. Sender menambahkan, hari ini pihaknya akan membicarakan soal rekap ini dan akan mengundang pejabat-pejabat yang dulu melakukan perhitungan rekap. "Karena dulu saya masuk BPPN setelah rekap selesai," ujarnya. Sementara, di tempat yang sama, Wakil Direktur Utama Danamon, Emir Syah Satar, menyatakan dalam pekan ini timnya dan Bank Indonesia akan melakukan pembahasan tuntas seputar akuisisi Adira oleh Danamon. Ia memastikan, CAR yang saat ini sebesar 34 persen tidak akan menurun setelah akuisisi. Mawar Kusuma - Tempo News Room

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.