PLN Balikpapan Kembangkan Kabel Bawah Tanah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Balikpapan - PT PLN Balikpapan segera mengembangkan program distribusi listrik melalui kabel di bawah tanah. "Diharapkan 2014 sudah bisa. Kami masih menunggu perencanaan gorong-gorong kota selesai di Bappeda (Badan Perencanaan Pembagunan Daerah),” kata Ismail Deu, Manajer PLN Cabang Balikpapan, kepada wartawan, Rabu, 3 Oktober 2012. 

    Ismail Deu menggambarkan proyek tersebut akan mengikuti jalur jalan utama Balikpapan, yaitu membentang lebih kurang 6 kilometer sepanjang Jalan Jenderal Sudirman di selatan dan pusat kota, kemudian membelah Kota Minyak di Jalan MT Haryono hingga Balikpapan Baru sejauh 4 kilometer.

    Pihak Bappeda Balikpapan memang merencanakan pembuatan gorong-gorong besar sehingga menjadi terowongan tidak hanya berfungsi sebagai saluran pembuangan air, melainkan juga menjadi jalur bagi pipa air PDAM dan kabel listrik PLN. Pada perkembangan berikutnya, gorong-gorong itu juga akan menjadi jalur bagi pipa gas ke rumah-rumah. 

    Menurut Ismail Deu, PLN sedang menghitung nilai proyek tersebut. “Nilainya puluhan miliar, tapi keuntungannya juga banyak, baik bagi PLN sendiri, masyarakat, maupun pemerintah kota,” katanya. 

    PLN memperhitungkan, dengan disimpan di bawah tanah, kabel listrik menjadi lebih awet karena terhindar dari paparan cuaca. Kehilangan listrik di jalan juga bisa sangat dikurangi karena kabel tembaga terbungkus karet. Kualitas listrik yang sampai ke pelanggan jadi lebih baik. “Kalau ada gangguan atau kerusakan juga jadi lebih diperbaiki. Juga relatif lebih aman karena petugas tidak harus berada di ketinggian ketika memperbaikinya. Cukup masuk dari pintu gorong-gorong terdekat,” kata Ismail.

    Selain proyek kabel listrik bawah tanah, PLN juga merencanakan mengganti distribusi listrik kabel terbuka dengan kabel tertutup. Kawat tembaga terbuka yang dibentang melalui tiang-tiang listrik akan digantikan kabel-kabel berisolasi karet.

    Proyek tersebut sudah dimulai April 2013 ini untuk Balikpapan Utara, yaitu kawasan dengan tiang-tiang listrik PLN banyak yang dinaungi pohon-pohon. Dengan menggunakan kabel tertutup, jaringan distribusi tersebut akan lebih tahan terhadap kondisi cuaca. “Hujan atau angin kencang tidak akan serta merta membuat listrik padam,” Ismail menjelaskan.

    PLN Balikpapan mencatat dalam sehari terjadi tidak kurang dari 20 gangguan di seantero kota. Sebagian besar disebabkan faktor alam, seperti hujan, angin, atau kabel yang terpukul cabang pohon yang bergerak karena angin. 

    SG WIBISONO

    Berita ekonomi lainnya:
    Ini Utang-utang BUMI 
    Bos Bumi Emosi Waktu Curhat Konflik Perusahaan

    Bumi Resources Terancam Tak Bisa Bagikan Dividen

    Demo Buruh Siapa Rugi?

    Pemborosan Bikin Negara Rugi Rp 12,48 Triliun

    Bumi Optimistis Bayar Utang CIC  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H