Tahun Depan, Bulog Jadi Stabilisator Harga Kedelai

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama Perum Bulog Sutarto Alimoeso (tengah) meninjau gudang Bulog Cimohong, Brebes, Jateng, Kamis (12/4). ANTARA/Oky Lukmansyah

    Direktur Utama Perum Bulog Sutarto Alimoeso (tengah) meninjau gudang Bulog Cimohong, Brebes, Jateng, Kamis (12/4). ANTARA/Oky Lukmansyah

    TEMPO.CO , Jakarta: Perum Bulog memastikan bahwa tugas sebagai stabilisator harga kedelai baru akan dilakukan lembaga itu, tahun depan. Direktur Utama Perum Bulog Sutarto Alimoeso memastikan Bulog tidak mungkin menjalankan peran stabilisator dan off taker (pembeli siaga) dalam waktu satu semester yang tersisa dari tahun ini.

    "Impor kedelai kan tidak mungkin selesai dalam waktu 1 sampai 2 bulan, bisa 3 sampai 4 bulan. Jadi tidak mungkin untuk jangka pendek," kata Sutarto kepada Tempo, Ahad, 29 Juli 2012.

    Dia menegaskan pada prinsipnya Bulog siap menjadi stabilisator kedelai. Namun, menurut dia, peran stabilisator kedelai itu tidak mudah dijalankan karena sudah ada kecenderungan adanya oligopoli yang membentuk harga di pasar. "Importirnya kan terbatas sedangkan kebutuhan banyak," katanya.

    Pada masa orde baru, Bulog pernah menjadi stabilisator harga sembilan bahan pokok seperti beras, minyak goreng, termasuk kedelai. Namun, sejak 2003 peran Bulog mengendalikan harga ini dicabut. Akhirnya, Bulog hanya mengurusi stabilitas harga beras.

    Meskipun begitu, Sutarto menjelaskan, Bulog bisa berperan sebagai stabilisator komoditas lain melalui jaringan toko pangan mereka yakni Bulogmart. Bulogmart yang akan diluncurkan tahun ini bakal menjual berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dibanding harga pasar.

    "Kami lihat perkembangan masyarakat, banyak yang mengharapkan Bulog juga mengurusi non-beras. Jadi kami sudah mengarah kesana," ujarnya.  Untuk mempersiapkan peran baru Bulog ini, Sutarto meminta izin impor dan masalah anggaran lembaganya, cepat diputuskan.

    Selain itu, Sutarto berpendapat lebih baik izin impor kedelai hanya diberikan kepada Bulog. Dia menyamakan dengan komoditas beras dimana impor hanya boleh dilakukan oleh Bulog sehingga bisa menetapkan harga pasar.

    ROSALINA

    Berita Terpopuler:
    Dahlan Iskan Disindir Komnas HAM: Bisanya Urus Tol

    Ahok Diserang Akun @cinta8168

    Polisi Akhirnya Berani Stop FPI

    30 Persen Mahasiswa ITB dari Keluarga Kaya Raya

    Ma''ruf Amin Sarankan Pemilih Islam Coblos Foke 

    Runtuhnya ‘Tembok Tabu’ Olimpiade

    Baru Tiga Hari Buka, Warung Dahlan Iskan Tutup

    NasDem Pede Kalahkan Demokrat di Pemilu 2014

    AC Milan Permalukan Chelsea

    Berpuasa di Kutub Utara


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.