Lima Langkah Hemat BBM Nasional ala SBY  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden SBY. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    Presiden SBY. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan mulai program penghematan bahan bakar minyak terhitung sejak Juni tahun ini.  Berikut lima langkah penghematan tersebut.

    1. Pengendalian sistem distribusi setiap SPBU.
    Pengendalian ini dilakukan dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi. Nantinya setiap kendaraan akan didata secara elektronik, baik data kepemilikan maupun fisik. Setiap kali kendaraan mengisi BBM, jumlah BBM subsidi yang dibeli akan tercatat secara otomatis dan dapat diketahui jumlah pembelian per harinya. Cara ini bertujuan menjamin konsumsi BBM, khususnya bersubsidi, dapat dikendalikan secara transparan dan akuntabel serta penggunaannya pun tepat sasaran.

    Agar BBM tak langka, Pertamina tetap menjaga pasokan sesuai kuota daerah, sekaligus menyediakan BBM non subsidi berapapun yang dibutuhkan.

    2. Pelarangan BBM bersubsidi untuk kendaraan pemerintah pusat, daerah, dan BUMN serta BUMD.
    Guna memastikan kendaraan tersebut tak menggunakan BBM bersubsidi, pemerintah akan member stiker khusu bagi kendaraan yang terlarang menggunakan BBM bersubsidi. Jajaran pemerintah pusat dan daerah serta BUMN dan BUMD diharuskan member contoh nyata upaya penghematan BBM. "Langkah ini untuk meyakinkan subsidi dengan anggaran yang besar benar-benar tepat sasaran dan sesuai peruntukannya."
    3. Pelarangan BBM bersubsidi untuk kendaraan perkebunan dan pertambangan.
    Larangan ini juga akan bisa terpantau melalui sistem stiker.  BPH Migas akan mengawasi secara terpadu bekerja sama dengan aparat penegak hukum dan Pemerintah Daerah. Pemerintah akan mengontrol secara ketat di daerah, terutama areal usaha perkebunan dan pertambangan serta Industri. "Untuk memenuhi kebutuhan BBM kalangan pertambangan dan perkebunan, Pertamina akan menambah SPBU BBM non subsidi sesuai kebutuhan di lokasi-lokasi tersebut."

    4. Konversi BBM ke Bahan Bakar Gas untuk transportasi.
    Program konversi atau pengalihan penggunaan BBM ke BBG harus menjadi program utama nasional sebagai upaya mengurangi ketergantungan pada BBM dan kemudian beralih ke gas, terutama sektor transportasi.  Tahun ini pemerintah akan membangun stasiun pengisian gas baru sebanyak 33 stasiun dan sebanyak delapan stasiun yang akan direvitalisasi kembali. Cara ini baru akan dirasakan mulai 2013.

    "Untuk langkah awal, sejak tahun ini pemerintah akan membagikan 15.000 converter kit atau alat konversi penggunaan BBM menjadi BBG bagi angkutan umum secara bertahap dan terus ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang."


    5. Hemat listrik dan air di kantor pemerintah, daerah, BUMN, serta BUMD, serta penerangan jalan.

    Semuanya mulai diberlakukan pada Juni 2012. "Pimpinan instansi dan lembaga terkait harus bertanggung jawab untuk suksesnya pelaksanaan program ini."

    PRIHANDOKO

    Berita Lainnya
    SBY Minta Demokrat Shopping Capres 

    SBY Jalan Cepat Bersama Ribuan Hasher di Borobudur

    SBY Berikan Keterangan Tentang Mobil Listrik 

    Ada Tas Misterius dalam Kunjungan SBY ke Yogya

    Besok, SBY Ikut Jalan Cepat di Borobudur  



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.