Jumat, 23 Februari 2018

Indeks Saham Gabungan Menguat 3,689 Poin

Oleh :

Tempo.co

Jumat, 11 Juli 2003 14:24 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Indeks harga saham gabungan pada sesi penutupan pekan ini bursa efek Jakarta pada Jumat (3/01) naik 3,689 poin menjadi 385,201. Analis memperkirakan kenaikan ini terpengaruh membaiknya harga saham di Nikkei dan Hanseng. Kenaikan indeks harga saham gabungan diikuti oleh naikkan indeks saham paling kuat, LQ-45, sebesar 1 poin menjadi 78,604 dan indeks syariah 0,496 poin menjadi 59,247. Budi Ruseno, analis Bhakti Capital, mengatakan kenaikan indeks ini tergantung pada perkembangan pasar regional. Selain itu, hari ini dimulai kembali perdagangan saham Semen Cibinong, setelah di-suspend saat proses privatisasi berjalan. Budi juga mengingatkan bahwa kenaikan indeks ini tidak terlepas menguatnya dari saham yang memiliki market besar, seperti Sampoerna, Astra, dan Telkom. “Sampoerna naik 5,22 persen, Astra 5,33 persen, dan Telkom naik 1,7 persen sehingga mempengaruhi indeks cukup besar,” katanya. Kenaikan indeks hari ini juga disebabkan pelaku pasar dalam melakukan perdagangan saham di lantai bursa melakukan pola perdagangan yang cukup besar. Ini dikarenakan saham unggulan yang kontribusinya besar di lantai bursa banyak diperdagangkan. Terutama pada lima saham unggulan yang diikuti saham lapis kedua dan ketiga. Budi memprediksikan untuk perdagangan minggu depan di lantai bursa depan akan berkisar antara Rp 250 hingga 300 miliar. Untuk kisaran indeks minggu, titik suppportnya berada pada 384 dengan resistencenya 392. Pelaku pasar, ujar dia, masih akan melihat pada saham-saham yang berpengaruh besar pada indeks. Untuk perdagangan pasar kali ini terlihat ramai transaksi sebanyak 11.298 kali transaksi dengan volume 606.150 lot saham berpindah tangan senilai Rp439,47 miliar. Sebanyak 56 saham naik, 53 turun, 275 saham stagnan . “Perdagangan dengan nilai Rp 439,47 miliar itu termasuk ramai, jika dibandingkan dengan rata-rata perdagangan tahun 2000 kemarin, sebesar Rp 390 miliar,” jelas dia. Itu pun, tambah dia, di tolong dengan pergantian kepemimpinan dari Gusdur kepada Megawati yang transaksinya sempat mencapai Rp 7 triliun lebih. Untuk lima saham yang mencetak keuntungan tertinggi yakni Samudra Indonesia (SMDR) naik Rp 275 menjadi Rp 2.375, Indosat (ISAT) naik Rp 200 menjadi Rp 9.100, TIRA naik Rp 200 di Rp 2.000, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 175 menjadi Rp 3.525, dan Gudang Garam (GGRM) naik Rp 100 menjadi Rp 8.300. Untuk lima saham yang mencetak kerugian tertinggi yakni Rigs Tender (RIGS) turun Rp 125 menjadi Rp 2.900, Asuransi Bintang (ASBI) turun Rp 50 menjadi Rp 360 dan Limas Stokhomindo (LMAS) turun Rp 50 menjadi Rp 525. (andi dewanto-tempo news room)

     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Inilah Wakanda dan Lokasi Film Black Panther Buatan Marvel

    Marvel membangun Wakanda, negeri khayalan di film Black Panther, di timur pantai Danau Victoria di Uganda. Sisanya di berbagai belahan dunia.