Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Rupiah Diprediksi Bakal Tembus Rp 17 Ribu per Dolar AS, Ini Bahayanya Jika Kurs Terus Merosot

image-gnews
Petugas penukaran mata uang asing tengah menghitung uang pecahan 100 dolar Amerika di Jakarta, Kamis, 24 Desember 2020. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat tipis 5 poin atau 0,03 persen ke level 14.200. Tempo/Tony Hartawan
Petugas penukaran mata uang asing tengah menghitung uang pecahan 100 dolar Amerika di Jakarta, Kamis, 24 Desember 2020. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat tipis 5 poin atau 0,03 persen ke level 14.200. Tempo/Tony Hartawan
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Indeks dolar Amerika Serikat (AS) menguat dan terus memukul nilai tukar rupiah dalam penutupan perdagangan pada Jumat pekan lalu, 14 Juni 2024. Berdasarkan catatan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah berada di level Rp 16.374. 

Pengamat perbankan dan praktisi sistem pembayaran, Arianto Muditomo memprediksi nilai mata uang rupiah masih akan merosot. “Perkiraan saya rupiah melemah serendah-rendahnya Rp 16.700 sampai Rp 16.900,” katanya kepada Tempo melalui aplikasi perpesanan pada Rabu, 19 Juni 2024. 

Di sisi lain, sejumlah analis memperkirakan rupiah bakal mencapai kisaran Rp 17.000 per dolar AS. “Bisa ke Rp 17.000 jika BI kurang agresif mengintervensi, tetapi saya yakin BI telah mengantisipasi hal ini,” ucap pengamat komoditas dan mata uang dari DCFX Futures, Lukman Leong, Senin, 17 Juni 2024. 

Kenaikan Biaya Operasional Industri

Melihat kondisi tersebut, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani mengatakan, nilai tukar rupiah yang terus keok hingga mencapai Rp 16.400 sangat tidak aman bagi dunia usaha. 

“Level Rp 16 ribu saja sebenarnya sudah sangat mendongkrak cost of doing business (biaya operasional) di Indonesia menjadi semakin mahal. Tidak affordable dan tidak kompetitif bagi pertumbuhan industri dalam negeri atau untuk ekspor,” ujar Shinta saat dihubungi via pesan singkat pada Senin, 17 Juni 2024. 

Dia merinci, kenaikan cost of doing business juga tidak hanya pada beban impor bahan baku atau bahan penolong saja, tetapi berimbas pada komponen beban usaha lain. Misalnya, beban logistik atau transportasi, keuangan, dan lainnya. 

Pada akhirnya, lanjut dia, bakal merembet ke banyak hal yang mengganggu perputaran roda bisnis. “Akan berdampak pada risiko penurunan performa usaha, pengurangan potensi penciptaan lapangan kerja, kenaikan risiko non-performing loan (NPL), serta penurunan kapasitas produksi dan lain-lain. Ini baru dampak terhadap industri existing. Padahal, pelemahan nilai tukar juga berefek negatif pada realisasi investasi dan penerimaan investasi asing,” katanya. 

Belum lagi, menurut Shinta, risiko penambahan volatilitas atau spekulasi pasar keuangan yang cenderung terus memberikan tekanan terhadap stabilitas makro ekonomi nasional. Dia menyebut, para pengusaha khawatir pasar domestik akan semakin lesu dan menahan diri untuk melakukan ekspansi konsumsi bila pelemahan nilai rupiah terus diabaikan. 

Apindo berharap pemerintah terus melakukan intervensi kebijakan supaya stabilitas dan penguatan nilai tukar rupiah dapat tercapai. Shinta mengakui, hal itu memang tidak mudah karena pelemahan nilai tukar dipengaruhi kondisi eksternal yang di luar kendali Indonesia. Namun, pelemahan nilai rupiah menjadi yang terdalam nomor tiga di kawasan ASEAN secara year-to-date. 

“Ini harus diwaspadai dan segera dikoreksi jika kita tidak ingin ekspor dan FDI (penanaman modal asing langsung) semakin tergerus. Perlu diingat, kedua kegiatan itu menghasilkan kontribusi yang signifikan terhadap penciptaan stabilitas makro ekonomi, penciptaan lapangan kerja, industrialisasi, dan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi secara keseluruhan,” ucap Shinta. 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Menurut dia, apabila kinerja dan daya saing ekspor serta FDI tidak dijaga, maka pertumbuhan ekonomi di Indonesia semakin merosot. Pada akhirnya, kesejahteraan masyarakat akan sulit diraih. 

Mempengaruhi Harga BBM

Sementara itu, pakar ekonomi Universitas Airlangga (Unair) Rudi Purwono menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan berdampak pada sektor impor dan utang luar negeri. 

“Harga impor, seperti minyak naik akan memengaruhi kebijakan pemberian subsidi BBM (bahan bakar minyak). Apabila subsidi tak ditingkatkan, maka harga BBM melonjak dan memicu kenaikan biaya transportasi serta produk-produk lain yang menggunakan bahan bakar minyak,” ujar Rudi dalam keterangannya melalui situs resmi Unair, Senin, 29 April 2024. 

Dampak lainnya yang akan terasa adalah utang luar negeri menjadi lebih mahal untuk dibayar. Hal itu, menurut dia, berimbas pada penekanan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) serta perusahaan swasta. Sedangkan di sektor keuangan, inflasi tinggi bisa mendorong kenaikan suku bunga, sehingga meningkatkan biaya modal bagi dunia usaha. 

Rudi menyoroti, fenomena fluktuasi nilai mata uang rupiah terjadi melalui beberapa tahapan. Pertama, melalui impor minyak, lalu kedua, melalui biaya bahan baku lantaran banyaknya industri yang menggunakan bahan baku dari luar negeri. 

“Ini menyebabkan biaya produksi meningkat. Pada akhirnya, dapat menyebabkan kenaikan harga secara umum di pasar, yang dikenal dengan istilah inflasi. Dengan demikian, kenaikan nilai dolar AS dapat memengaruhi inflasi dengan menambah biaya impor bahan baku dan produksi,” kata Rudi. 

MELYNDA DWI PUSPITA | ANNISA FEBIOLA

Pilihan Editor: BI Rate Diprediksi Naik hingga 6,75 Persen Akibat Pelemahan Rupiah

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Rupiah Melemah Jadi Rp 16.250 per Dolar AS, Analis Ingatkan Prabowo-Gibran Hati-hati dengan Warisan Utang Jatuh Tempo

1 jam lalu

Ilustrasi kurs rupiah dan mata uang Indonesia. Getty Images
Rupiah Melemah Jadi Rp 16.250 per Dolar AS, Analis Ingatkan Prabowo-Gibran Hati-hati dengan Warisan Utang Jatuh Tempo

Rupiah hari ini ditutup melemah 35 poin ke level Rp 16.250 per dolar AS. Analis mengingatkan pemerintahan Prabowo-Gibran berhati-hati dengan utang.


Rupiah Ditutup Melemah Tipis di Level Rp 16.215 per Dolar AS

1 hari lalu

Ilustrasi penukaran mata uang asing dan nilai Rupiah.  Tempo/Tony Hartawan
Rupiah Ditutup Melemah Tipis di Level Rp 16.215 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah hari ini ditutup melemah tipis 1,5 poin ke level Rp 16.215 per dolar AS.


Bank Sentral China Pangkas Suku Bunga, Rupiah Menguat Tipis Sore Ini

2 hari lalu

Ilustrasi mata uang Rupiah. Brent Lewin/Bloomberg via Getty Images
Bank Sentral China Pangkas Suku Bunga, Rupiah Menguat Tipis Sore Ini

Pada perdagangan sore ini, mata uang rupiah ditutup menguat tipis kel level 6 poin menjadi Rp16.214 per dolar Amerika Serikat.


Pelemahan Rupiah Naikan Ongkos Produksi Makanan hingga 3 Persen

2 hari lalu

Ilustrasi nilai tukar rupiah terhadap dolar. TEMPO/Tony Hartawan
Pelemahan Rupiah Naikan Ongkos Produksi Makanan hingga 3 Persen

Pelemahan nilai tukar rupiah menyebabkan ongkos produksi di industri makanan meningkat hingga 3 persen.


Rupiah Diproyeksikan Bisa Kembali ke Level 15.000 per USD Akhir Tahun, Apa Syaratnya?

3 hari lalu

Petugas penukaran mata uang asing tengah menghitung uang pecahan 100 dolar Amerika di Jakarta, Kamis, 24 Desember 2020. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat tipis 5 poin atau 0,03 persen ke level 14.200. Tempo/Tony Hartawan
Rupiah Diproyeksikan Bisa Kembali ke Level 15.000 per USD Akhir Tahun, Apa Syaratnya?

Kepala Ekonom BCA David Sumual memproyeksikan rupiah bisa menguat hingga Rp 15 ribu dan meninggalkan kisaran Rp 16 ribu per dolar AS pada akhir 2024.


Tim Prabowo Sebut Teka-teki Pengganti Sri Mulyani Berimbas Negatif: Siapa pun, Jangan Sok Tahu atau 'Geer'

7 hari lalu

Menteri Keuangan, Sri Mulyani, memberikan keterangan kepada awak media usai menghadiri rapat kerja lanjutan bersama Badan Anggaran DPR, Selasa, 9 Juli 2024. TEMPO/Nandito Putra
Tim Prabowo Sebut Teka-teki Pengganti Sri Mulyani Berimbas Negatif: Siapa pun, Jangan Sok Tahu atau 'Geer'

Tim Prabowo-Gibran meminta agar tak ada yang menyebarkan pernyataan spekulatif dan kontraproduktif mengenai penganti Sri Mulyani.


Bank Indonesia Optimistis Nilai Tukar Rupiah Makin Stabil

8 hari lalu

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo. TEMPO/Tony Hartawan
Bank Indonesia Optimistis Nilai Tukar Rupiah Makin Stabil

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memprediksi performa rupiah akan semakin menguat ke depan.


Sehari Menjelang Pengumuman BI Rate, Rupiah Melemah Tipis Menjadi Rp 16.179 per Dolar AS

9 hari lalu

Pegawai tengah menghitung uang pecahan 100 dolar Amerika di Penukaran Valuta Asing PT Ayu Masagung, Jakarta, Kamis 20 Juni 2024. Rupiah spot berbalik melemah pada perdagangan Kamis (20/6) pagi. Pukul 09.10 WIB, rupiah spot ada di level Rp 16.391 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah 0,16% dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 16.365 per dolar AS. TEMPO/Tony Hartawan
Sehari Menjelang Pengumuman BI Rate, Rupiah Melemah Tipis Menjadi Rp 16.179 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah hari ini ditutup melemah 9 poin ke level Rp16.179 per dolar AS.


Arus Modal Masuk Pengaruhi Penguatan Rupiah

9 hari lalu

Ilustrasi nilai rupiah terhadap dolar. TEMPO/Tony Hartawan
Arus Modal Masuk Pengaruhi Penguatan Rupiah

Ekonom LPEM FEB UI Teuku Riefky mengatakan bahwa arus modal masuk cenderung mempengaruhi penguatan nilai rupiah.


Pengamat Prediksi BI akan Pertahankan Suku Bunga 6,25 Persen, Kenapa?

9 hari lalu

Ilustrasi atau Logo Bank Indonesia. REUTERS/Iqro Rinaldi/File Photo
Pengamat Prediksi BI akan Pertahankan Suku Bunga 6,25 Persen, Kenapa?

Pengamat Perbankan dan Praktisi Sistem Pembayaran, Arianto Muditomo memproyeksikan BI akan mempertahankan suku bunga acuan di level 6,25 persen.