Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

BSI Cairkan Dividen Tunai Rp855,56 Miliar pada 20 Juni 2024, Berapa Nilai per Lembarnya?

image-gnews
Pengguna mencoba aplikasi Mandiri Online Securities Trading (MOST) Syariah saat Grand Launching Pembukaan Rekening Dana Nasabah (RDN) Online Bank Syariah Pertama di  Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa 16 Januari 2024. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI berkolaborasi dengan PT Mandiri Sekuritas meluncurkan Layanan Investasi #SerbaSyariah. Nasabah pun kini bisa membuka Rekening Dana Nasabah (RDN) secara daring melalui Mandiri Online Securities Trading (MOST) Syariah. Tempo/Tony Hartawan
Pengguna mencoba aplikasi Mandiri Online Securities Trading (MOST) Syariah saat Grand Launching Pembukaan Rekening Dana Nasabah (RDN) Online Bank Syariah Pertama di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa 16 Januari 2024. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI berkolaborasi dengan PT Mandiri Sekuritas meluncurkan Layanan Investasi #SerbaSyariah. Nasabah pun kini bisa membuka Rekening Dana Nasabah (RDN) secara daring melalui Mandiri Online Securities Trading (MOST) Syariah. Tempo/Tony Hartawan
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) akan membayarkan dividen tunai pada 20 Juni 2024. Berapa nilainya per lembar saham?

Berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), BSI akan memberikan dividen Rp18,55 per lembar saham.

Secara total, dividen tunai yang dibagikan adalah Rp855,56 miliar atau 15 persen dari total laba bersih tahun buku 2023. Sementara sebesar 20 persen laba disisihkan sebagai cadangan wajib dan sisanya dialokasikan sebagai laba ditahan.

Nominal dividen yang dibagikan emiten bank berkode saham BRIS ini naik 100 persen dibandingkan tahun buku 2022. Tahun lalu, dividen yang dibagikan senilai Rp9,24 per lembar saham. Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan kenaikan besaran dividen hingga 100 persen ini mengindikasikan bahwa kinerja perseroan cukup solid sepanjang 2023. 

“Laba bersih perseroan pada tahun 2023 sebesar Rp5,7 triliun, dan RUPST menetapkan penggunaan laba bersih sebesar 15 persen dari laba bersih perseroan pada 2023 atau sekitar Rp855,56 miliar dibagi sebagai dividen,” kata Hery dalam keterangan resmi yang dikutip Jumat, 14 Juni 2024.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Penerima dividen ini termasuk para pemegang saham seperti Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia (BNI) dan Bank Rakyat Indonesia (BRI). Bank Mandiri memiliki komposisi sebesar 51,47 persen, BNI 23,24 persen dan BRI 15,38 persen. Sementara publik memiliki komposisi sebesar 9,91 persen. 

Dividen tunai akan dibagikan kepada pemegang saham perseroan yang namanya tercantum dalam Daftar Pemegang Saham atau recording date pada 31 Mei 2024 dan atau pemilik saham perseroan pada rekening efek PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia tanggal 31 Mei 2024.

Pilihan EditorAnalis: Penurunan Saham Emiten BSI Berlangsung Sesaat, Tak Perlu Khawatir

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Tidak Memenuhi Kuorum, Indofarma Tunda Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan

2 jam lalu

Aktivitas pekerja di pabrik obat PT Indofarma (persero) Cibitung, Bekasi, Selasa (10/04). PT Indofarma akan melakukan investasi sebesar Rp 100 milliar untuk mengembangkan produksi generik dan herbal dan memenuhi kebutuhan bahan baku yang saat ini 90% masih Impor. TEMPO/Dasril Roszandi
Tidak Memenuhi Kuorum, Indofarma Tunda Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan

PT Indofarma Tbk (INAF) menunda RUPS Tahunan Tahun Buku 2023 yang seharusnya dilaksanakan pada Kamis, 25 Juli 2024 di Jakarta.


Unilever Indonesia Catat Laba Bersih Rp 2,5 Triliun di Paruh Pertama 2024

1 hari lalu

Kantor Unilever. shutterstock.com
Unilever Indonesia Catat Laba Bersih Rp 2,5 Triliun di Paruh Pertama 2024

PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) mencatat penjualan bersih sebesar Rp 19,0 triliun dan laba bersih sebesar Rp 2,5 triliun.


Amar Bank Cetak Laba Bersih Rp 97,79 Miliar selama Semester I 2024

1 hari lalu

PT Bank Amar Indonesia Tbk (Kode saham:
Amar Bank Cetak Laba Bersih Rp 97,79 Miliar selama Semester I 2024

Amar Bank mencatatkan laba bersih sebesar Rp 97,79 miliar pada semester I 2024 atau tumbuh 15 persen secara tahunan.


Tumbuh 11,1 Persen, Laba Bersih BCA Tembus Rp 26,9 Triliun pada Semester I 2024

1 hari lalu

Suasana BCA Singapore Airlines Travel Fair Jakarta 2024 pada hari terakhir, Ahad, 25 Februari 2024 di Main Atrium, Gandaria City Mall, Jakarta Selatan. Gelaran ini menghadirkan promo tiket liburan murah ke sejumlah destinasi. TEMPO/Defara Dhanya
Tumbuh 11,1 Persen, Laba Bersih BCA Tembus Rp 26,9 Triliun pada Semester I 2024

BCA membukukan laba bersih semester I 2024 sebesar Rp 26,9 triliun atau meningkat 11,1 persen secara tahunan.


Samuel Sekuritas: IHSG Melemah di Sesi I, Indeks Infrastruktur Turun Paling Dalam

1 hari lalu

Pekerja melintas di dekat layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumar 28 Juni 2024 IHSG BEI pada Jumat (28/6) dibuka menguat 21,41 poin atau 0,31 persen ke posisi 6.989,37, sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 4,93 poin atau 0,56 persen ke posisi 879,33 mengikuti penguatan bursa saham kawasan Asia dan global. TEMPO/Tony Hartawan
Samuel Sekuritas: IHSG Melemah di Sesi I, Indeks Infrastruktur Turun Paling Dalam

IHSG menutup sesi pertama di level 7,287,8 pada perdagangan Rabu, 24 Juli 2024.


PLN Setor Dividen Tahun 2023 Sebesar Rp 3,09 Triliun ke Kas Negara

1 hari lalu

PLN berhasil menuntaskan pembangunan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kiloVolt (kV) yang dijadikan backbone kelistrikan di Sumatera (sumber: PLN)
PLN Setor Dividen Tahun 2023 Sebesar Rp 3,09 Triliun ke Kas Negara

PLN menyetor dividen sebesar Rp 3,09 triliun, atau mencapai satu setengah kali dari target yang telah ditetapkan.


Kementerian BUMN Dukung PLN Lanjutkan Transformasi Bisnis

1 hari lalu

PLN secara rutin melakukan pemeliharaan infrastruktur untuk menjaga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat. Dok. PLN
Kementerian BUMN Dukung PLN Lanjutkan Transformasi Bisnis

Pemerintah mengapresiasi upaya PLN selama tahun 2023 yang kembali mencetak kinerja terbaik sehingga mampu berkontribusi dengan dividen bagi negara sebesar Rp3,09 triliun atau mencapai satu setengah kali dari target yang ditetapkan.


IHSG Sesi I Siang Ini Terpantau Naik Turun Sebelum Ditutup di 7.320,4

2 hari lalu

Pekerja melintas di dekat layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumar 28 Juni 2024 IHSG BEI pada Jumat (28/6) dibuka menguat 21,41 poin atau 0,31 persen ke posisi 6.989,37, sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 4,93 poin atau 0,56 persen ke posisi 879,33 mengikuti penguatan bursa saham kawasan Asia dan global. TEMPO/Tony Hartawan
IHSG Sesi I Siang Ini Terpantau Naik Turun Sebelum Ditutup di 7.320,4

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG terpantau naik turun antara zona merah dan hijau di sesi pertama per hari ini, Selasa, 23 Juli 2024.


IHSG Terjaga Pekan Ini, Berikut Tiga Saham Rekomendasi Indo Premier

2 hari lalu

Ilustrasi bursa efek dan kurs Rupiah. Getty Images
IHSG Terjaga Pekan Ini, Berikut Tiga Saham Rekomendasi Indo Premier

PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) menyempaikan ada tiga sentimen yang memengaruhi IHSG pekan ini. Berikut tiga rekomendasi saham pada perdagangan hingga Jumat mendatang


Ada Investor Cina di Balik Roti Aoka dan Okko yang Diduga Mengandung Bahan Pengawet Berbahaya

3 hari lalu

Ilustrasi roti. Pixabay.com
Ada Investor Cina di Balik Roti Aoka dan Okko yang Diduga Mengandung Bahan Pengawet Berbahaya

Siapa pemilik roti Aoka dan Okko?