Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Ojol Terancam Kena Pungutan Tapera, Ini Tuntutan Serikat Angkutan Indonesia

Reporter

Editor

Agung Sedayu

image-gnews
Brosur tabungan perumahan rakyat (Tapera) di Kantor Pelayanan Badan Pengelola Tapera, Jakarta, Selasa 4 Juni 2024. Presiden Joko Widodo menetapkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2024 tentang perubahan atas PP Nomor 25 Tahun 2020 tentang Tapera sebagai upaya untuk meningkatkan efektivitas penyelenggaraan dan akuntabilitas pengelolaan dana Tapera. TEMPO/Tony Hartawan
Brosur tabungan perumahan rakyat (Tapera) di Kantor Pelayanan Badan Pengelola Tapera, Jakarta, Selasa 4 Juni 2024. Presiden Joko Widodo menetapkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2024 tentang perubahan atas PP Nomor 25 Tahun 2020 tentang Tapera sebagai upaya untuk meningkatkan efektivitas penyelenggaraan dan akuntabilitas pengelolaan dana Tapera. TEMPO/Tony Hartawan
Iklan

TEMPO.CO, JakartaPemerintah melalui PP Nomor Nomor 21 Tahun 2024 tentang Tapera akan memungut iuran 3 persen dari penghasilan para pekerja. Pengemudi berbasis aplikasi akan menjadi target pungutan ini. 

Ketua Serikat Pekerja Angkutan Indonesia (SPAI), Lily Pujiati, meminta Kementerian Ketenagakerjaan menyikapi penolakan dari pekerja berbasis aplikasi soal pungutan Tabungan Perumahan Rakyat atau Tapera. Lily meminta Kementerian Ketenagakerjaan segera menyelesaikan regulasi ihwal perlindungan kepada para pekerja berbasis aplikasi ini. 

“Kami menolak potongan Tapera dan itu harus segera diputuskan dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan tentang perlindungan pekerja berbasis aplikasi termasuk Taksol (taksi online), Ojol (ojek online) dan kurir yang sedang diselesaikan Kemnaker,” kata Lily dalam keterangan tertulis pada Selasa, 4 Juni 2024. 

Senyampang itu, SPAI juga minta Permenaker itu disahkan sebelum masa tugas Menaker berakhir pada Oktober mendatang. 

Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kemnaker, Indah Anggoro Putri, mengatakan kementeriannya belum bisa memastikan apakah pekerja ojol bakal masuk kriteria peserta dari program Tapera. Indah menyebut hingga kini belum ada regulasi teknis yang mengatur soal kepesertaan tentang ojol. Namun, ia berencana akan membahas aturan itu dalam merumuskan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker). 

Lily menyebut pungutan Tapera akan semakin memberatkan pengemudi angkutan online karena penghasilan mereka telah banyak terpotong untuk BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan. Parahnya, kata Lily, potongan BPJS itu semakin besar lantaran pengemudi berbasis aplikasi tak diakui sebagai pekerja. 

“Parahnya potongan itu membesar karena status kami sebagai mitra dan bukan dianggap pekerja, maka aplikator lepas tangan untuk membayar iurannya. Semua iuran kami yang membayar,” kata Lily. 

Tak hanya itu, Lily bercerita upah pengemudi berbasis aplikasi yang tak sampai UMP itu semakin terkuras karena dipotong aplikator sebesar 20 persen. Namun, tak jarang pihak aplikator juga memotong upah mereka hingga 30-70 persen alias di luar ketentuan yang berlaku. 

“Pemerintah diam saja, tidak ada sanksi,” kata Lily. 

Selain menghapus potongan Tapera, SPAI juga meminta Kementerian Ketenagakerjaan juga bisa memberi kepastian penghasilan untuk pengemudi berbasis aplikasi. Caranya, kata dia, dengan mengakui para pekerja ini agar bisa mendapat penghasilan sesuai UMP tiap bulan. 

“Mengakui kami sebagai pekerja tetap agar kami mendapatkan UMP setiap bulan dan hak-hak kami sebagai pekerja sesuai Undang-Undang Ketenagakerjaan,” kata dia. 

Beberapa komunitas dan serikat pekerja ojol juga menolak potongan Tapera ini. Mereka di antaranya Maluku Online Bersatu Nusantara, Gograber Indonesia, Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (SEPETA), Serikat Pengemudi Roda Dua (SERDADU), Serikat Demokrasi Pengemudi Indonesia (SDPI).

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Selanjutnya: Sikap Kementerian Ketenagakerajaan...

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Samsung Segera Rilis Aplikasi Live Translate, Dukung Penerjemahan 20 Bahasa

2 hari lalu

Logo Samsung. Foto: gadgetsndtv.com
Samsung Segera Rilis Aplikasi Live Translate, Dukung Penerjemahan 20 Bahasa

Samsung kabarnya bakal merilis aplikasi Live Translate yang berbasis AI ini menjelang akhir tahun.


Aksi Mahasiswa Aliansi BEM Solo Raya: Soroti Revisi UU Kontroversial hingga Narasi Pulangkan Jokowi

2 hari lalu

Para mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM Solo Raya menggelar unjuk rasa di depan Kantor DPRD Kota Solo, Jawa Tengah, Kamis, 11 Juli 2024. TEMPO/SEPTHIA RYANTHIE
Aksi Mahasiswa Aliansi BEM Solo Raya: Soroti Revisi UU Kontroversial hingga Narasi Pulangkan Jokowi

Para mahasiswa dalam aliansi BEM Solo Raya itu juga menyampaikan tuntutan berkaitan beberapa rancangan undang-undang atau RUU yang problematis


Puan Maharani Desak Pemerintah Selesaikan Polemik Tapera hingga Starlink

2 hari lalu

Ketua DPR RI Puan Maharani, mengucapkan selamat merayakan Idul Adha 1445 Hijriah kepada seluruh masyarakat Indonesia, Senin 17 Juni 2024.
Puan Maharani Desak Pemerintah Selesaikan Polemik Tapera hingga Starlink

Ketua DPR Puan Maharani menyoroti sejumlah polemik yang terjadi di masyarakat mulai dari penyelenggaraan haji, Tapera, hingga judi online.


9,9 Miliar Sandi Pribadi Tersebar di Dark Web, Analis Teknologi Ingatkan Proteksi Akun

3 hari lalu

Ilustrasi hacker. foxnews.com
9,9 Miliar Sandi Pribadi Tersebar di Dark Web, Analis Teknologi Ingatkan Proteksi Akun

Miliaran kata sandi itu ditemukan dalam berkas dengan nama rockyou2024.txt, file ini bisa diakses juga melalui GitHub atau pengembang perangkat lunak.


Lagi Ngetren di Media Sosial, Begini Cara Membuat Foto Menjadi Video

4 hari lalu

Untuk mengedit video kini makin mudah karena adanya aplikasi CapCut yang memiliki banyak template. Ini cara pakai template CapCut. Foto: Canva
Lagi Ngetren di Media Sosial, Begini Cara Membuat Foto Menjadi Video

Berikut sejumlah situs dan aplikasi yang bisa mengubah foto menjadi video.


6 Tips Mencari Hotel Terbaik dan Terjangkau

4 hari lalu

Ilustrasi Hotel (pixabay.com)
6 Tips Mencari Hotel Terbaik dan Terjangkau

Kalau sedang merencanakan perjalanan berikutnya, berikut ini panduan cara mencari hotel yang bagus dengan harga terjangkau


Begini Cara Membuat Tanda Tangan Digital

5 hari lalu

Aplikasi Tanda Tangan Digital PrivyID. Kredit: Play Store
Begini Cara Membuat Tanda Tangan Digital

Berikut ini beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk membuat tanda tangan digital.


Cara Pakai Video Notes WhatsApp, Cocok untuk Ucapan Ulang Tahun Berdurasi 60 Detik

5 hari lalu

Desain WhatsApp dari tahun ke tahun.  Foto: gsmarena
Cara Pakai Video Notes WhatsApp, Cocok untuk Ucapan Ulang Tahun Berdurasi 60 Detik

Dengan, video notes, pengguna WhatsApp bisa menyelipkan video singkat ke dalam obrolan. Cocok untuk mengirim ucapan dan momentum unik.


Tips Mendapatkan Tiket Pesawat Penerbangan Internasional Murah Menurut Pakar

6 hari lalu

ilustrasi tiket pesawat (pixabay.com)
Tips Mendapatkan Tiket Pesawat Penerbangan Internasional Murah Menurut Pakar

Pakar perjalanan Geoffrey Fuller memberikan beberapa tips dan situs atau aplikasi yang digunkan untuk mendapatkan tiket pesawat


Apa Itu Aplikasi Strava dan Bagaimana Cara Menggunakannya?

6 hari lalu

Ilustrasi pelari marathon/Maybank Marathon
Apa Itu Aplikasi Strava dan Bagaimana Cara Menggunakannya?

Strava merupakan sebuah aplikasi berbasis data GPS untuk melacak aktivitas fisik dan dapat dihubungkan dengan fitur jejaring sosial.