Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

6 Alasan Kenapa Harus Update LinkedIn, Bangun Networking Hingga Dilirik HRD Langsung

image-gnews
Logo untuk LinkedIn Corporation di Mountain View, California, AS 6 Februari 2013. [REUTERS/Robert Galbraith]
Logo untuk LinkedIn Corporation di Mountain View, California, AS 6 Februari 2013. [REUTERS/Robert Galbraith]
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Perkembangan teknologi terutama media sosial memang sangat membantu bagi beberapa orang, contohnya untuk mencari pekerjaan. Di era digital seperti sekarang, kebanyakan lamaran pekerjaan dilakukan secara online. Salah satu media sosial yang memberi wadah untuk para pencari kerja adalah LinkedIn.

LinkedIn merupakan platform media sosial yang sangat membantu untuk perkembangan karir. Berbeda dari media sosial kebanyakan, LinkedIn bisa dikatakan sebuah platform yang ditujukan untuk professional. Melalui LinkedIn, Anda bisa mempromosikan diri kepada perusahaan atau kepada para HRD.

Memiliki akun LinkedIn akan sangat bermanfaat bagi karir Anda. Bukan hanya menawarkan informasi tentang lowongan pekerjaan saja, tapi LinkedIn juga  berfungsi untuk memperluas koneksi. Selain itu, ada alasan 6 lain kenapa Anda harus update Linkedin. Simak penjelasanya berikut.

1. Sebagai personal branding

Sebagai media sosial untuk professional, LinkedIn banyak dijadikan sebagai sarana untuk membangun personal branding. Di LinkedIn Anda bisa membangun profil dengan mencantumkan data diri seperti curriculum vitae, resume bahkan portofolio. Tak hanya itu saja, Anda juga bisa menambahkan skill, pengalaman hingga pencapaian selama ini.

Tujuannya jelas, untuk mendapatkan kesan yang baik bagi para professional atau HRD yang ada di LinkedIn. Meski semua data tersebut bisa dicantumkan di CV, tapi melalui LinkedIn informasi tentang diri Anda lebih terkesan santai dan ringkas. Anda juga bisa memberi kemasan berbeda untuk menginformasikan data diri, misal menggunakan gaya penulisan yang menarik.

2. Meningkatkan kesempatan dapat karir baru

Seperti diketahui, LinkedIn bukan hanya sebatas media sosial untuk memperluas networking saja. LinkedIn juga bisa digunakan untuk mencari pekerjaan. LinkedIn memiliki fitur bagi para pencari kerja hanya dengan satu kali klik. Bahkan tak jarang, info seputar lowongan pekerjaan sudah muncul dengan sendirinya yang menyesuaikan dengan profil Anda.

Dalam LinkedIn, Anda bisa langsung melihat berbagai lowongan pekerjaan  yang tersedia mulai dari perusahaan besar atau kecil. Tentunya apabila Anda update akun LinkedIn, maka kesempatan untuk mendapatkan karir baru juga meningkat. Bahkan banyak juga perusahaan yang memiliki akun LinkedIn untuk memberikan informasi seputar perusahaan tersebut. 

3. Agar lebih mudah ditemukan oleh orang lain

LinkedIn memang sangat dibutuhkan bagi para professional agar lebih mudah ditemukan oleh orang lain. Pasalnya banyak recruiter yang menggunakan LinkedIn untuk merekrut seseorang. Apalagi LinkedIn ibarat sebuah portofolio sehingga para recruiter bisa dengan mudah mencari data professional yang diinginkan.

Selanjutnya: 4. Menambah koneksi...

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Deputi Dirjen ILO Kunjungan Kerja ke Indonesia

2 hari lalu

Deputi Direktur Jenderal Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) Celeste Drake. Sumber: dokumen ILO
Deputi Dirjen ILO Kunjungan Kerja ke Indonesia

Kunjungan kerja ke Indonesia dan Asia ini yang pertama bagi Deputi Dirjen ILO sejak dia mengemban tugasnya di Jenewa pada Agustus 2023.


5 Tantangan Hidup yang Dihadapi Generasi Z

3 hari lalu

Generasi Z. Foto: Freepik.com/pch.vector
5 Tantangan Hidup yang Dihadapi Generasi Z

Generasi Z menghadapi tantangan yang kompleks dan beragam dalam kehidupan mereka.


Motif Utama Orang Indonesia Bekerja di Luar Negeri: Perkembangan Karir

13 hari lalu

(Dari kanan) Haikal Siregar, Managing Director BCG Indonesia dan Wisnu Dharmawan, Sales Director Indonesia, Jobstreet by SEEK dalam Konferensi Pers Laporan Eksklusif: Decoding Global Talent 2024 Tren Mobilitas Kerja oleh Jobstreet by SEEK di Gedung RDTX Place, Jakarta Selatan pada Selasa, 4 Juni 2024. TEMPO/Adinda Jasmine
Motif Utama Orang Indonesia Bekerja di Luar Negeri: Perkembangan Karir

Hanya 60 persen pekerja Indonesia yang memilih finansial sebagai dorongan utama dalam memilih bekerja di luar negeri.


Ciri Orang yang Tak Bahagia dengan Karir dan Pekerjaan

26 hari lalu

Ilustrasi bosan di kantor. Shutterstock.com
Ciri Orang yang Tak Bahagia dengan Karir dan Pekerjaan

Banyak orang tak puas dengan pekerjaan dan meski sudah berusaha keras, tetap saja butuh sesuatu yang lebih baik. Berikut beberapa cirinya.


Survei Microsoft dan LinkedIn: Perusahaan Lebih Tertarik pada Karyawan dengan Keterampilan AI

35 hari lalu

Implementasi kecerdasan buatan atau AI banyak ditemukan di berbagai bidang, termasuk pendidikan. Berikut deretan aplikasi AI untuk pembelajaran. Foto: Canva
Survei Microsoft dan LinkedIn: Perusahaan Lebih Tertarik pada Karyawan dengan Keterampilan AI

Penelitian Microsoft dan LinkedIn membuktikan korporasi kini lebih menginginkan pekerja dengan kemampuan AI. Budaya AI terus berkembang di kantoran.


3 Game dan Tujuannya ala LinkedIn: Queens, Cross Climb, dan Pinpoint

41 hari lalu

Jejaring sosial LinkedIn. forbes.com
3 Game dan Tujuannya ala LinkedIn: Queens, Cross Climb, dan Pinpoint

LinkedIn meluncurkan tiga jenis game gratis di platformnya pada 1 Mei 2024.


PNM Mekaar Mendukung Penuh Karir dan Bakat Pegawainya

42 hari lalu

PNM Mekaar Mendukung Penuh Karir dan Bakat Pegawainya

PNM Mekaar beri dukungan pengembangan karir dan bakat bagi semua insan PNM.


Kalimat yang Pantang Diucapkan pada Bos meski Berteman

49 hari lalu

Ilustrasi bos sedang berkomunikasi dengan anggota timnya di tempat kerja. Foto: Unsplash.com/Amy Hirschi
Kalimat yang Pantang Diucapkan pada Bos meski Berteman

Agar tak ada masalah dalam pekerjaan, cobalah hindari mengucapkan kalimat-kalimat berikut meski bos adalah teman sendiri.


Telkom Indonesia Raih Penghargaan Linkedin Top Companies 2024

17 April 2024

Telkom Indonesia Raih Penghargaan Linkedin Top Companies 2024

Telkom Indonesia kembali meraih penghargaan sebagai tempat kerja terbaik untuk mengembangkan karier versi LinkedIn Top Companies 2024.


Bank Mandiri Kembali Gelar Kampiun LinkedIn Top Companies 2024

17 April 2024

Bank Mandiri Kembali Gelar Kampiun LinkedIn Top Companies 2024

Bank Mandiri konsisten melengkapi dan mengadopsi berbagai elemen best practices dalam pengelolaan SDM