Pemerintah Resmi Impor Beras 200 Ribu Ton, Bapanas: Hanya untuk Kegiatan Pemerintah

Pekerja tengah beristirahat di atas tumpukan karung beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Senin, 8 Maret 2021. Pemerintah telah mengalokasikan impor beras sebesar 1 juta ton kepada Bulog. Tempo/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah memutuskan mengambil langkah kebijakan impor beras 200 ribu ton beras komersial. Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menyatakan impor dilakukan setelah mempertimbangkan kondisi cadangan beras pemerintah yang saat ini telah tiris,  sehingga harus segera ditambah untuk mengantisipasi kondisi darurat. 

"Cadangan pangan ini harus ada dan tidak dikeluarkan secara bebas, hanya digunakan untuk beberapa kegiatan Pemerintah," ujar Arief usai Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, dikutip melalui keterangannya pada Senin, 6 Desember 2022. 

Baca: Jokowi Wanti-wanti Soal Hitungan Soal Beras: Jangan Sampai Keliru, Tidak Ada Cadangan ...

Menurut dia, stok beras impor tersebut hanya dipergunakan pada kondisi tertentu seperti penanggulangan bencana, intervensi harga jika diperlukan dan beberapa kegiatan pemerintah lainnya.

Beras impor diawasi ketat

Oleh karena itu, kata Arief, penggunaan beras impor tersebut akan diawasi secara ketat untuk memastikan tidak ada yang merembes masuk ke pasar. Namun, Arief tidak menjelaskan dari mana asal negara beras impor tersebut. 

Lebih lanjut, Arief memastikan beras impor itu tidak akan mengganggu beras petani. Musababnya, beras itu hanya digunakan untuk kegiatan pengendalian harga dan pemenuhan pangan di tengah kondisi darurat atau bencana melalui Perum Bulog. 

“Kita pastikan betul beras komersial ini tidak akan mengganggu beras dalam negeri produksi petani," ucapnya. 

Pemerintah, kata Arief, juga akan terus berpihak penuh kepada para petani lokal, sehingga keberadaan cadangan beras ini akan dijaga agar tidak merusak harga beras petani. Bapanas akan secara konsisten memantau dan menjaga harga penyerapan gabah dan beras lokal di tingkat petani agar tetap wajar.

Selanjutnya: Beras komersial impor itu akan...






Pemprov DKI Ganti Ketua Dewan Pengawas Pasar Jaya

5 jam lalu

Pemprov DKI Ganti Ketua Dewan Pengawas Pasar Jaya

Mayor Jenderal purnawiran Suko Pranoto diangkat sebagai Ketua Dewan Pengawas Pasar Jaya.


Kementan Jelaskan Alasan Tak Lagi Beri Pendampingan pada Petani Food Estate

10 jam lalu

Kementan Jelaskan Alasan Tak Lagi Beri Pendampingan pada Petani Food Estate

Para petani food estate Humbang Hasundutan hanya diberi pendampingan di tahap awal. Kementan sebut pendampingan tak mungkin dilakukan terus menerus.


Food Estate di Humbang Hasundutan Dinilai Gagal, Ini Penjelasan Lengkap Anak Buah Luhut

12 jam lalu

Food Estate di Humbang Hasundutan Dinilai Gagal, Ini Penjelasan Lengkap Anak Buah Luhut

Tenaga Ahli Kemenko Marves sekaligus Manajer Lapangan Food Estate Humbang Hasundutan, Van Basten Pandjaitan, merespons tudingan proyek itu gagal.


Kementan Klaim Tak Ada Petani Food Estate yang Rugi: Tinggal Ongkang-ongkang, Tahu-tahu Panen Dapat Duit

14 jam lalu

Kementan Klaim Tak Ada Petani Food Estate yang Rugi: Tinggal Ongkang-ongkang, Tahu-tahu Panen Dapat Duit

Direktur Jenderal Hortikultura Kementan Prihasto Setyanto mengklaim tak ada petani food estate di Kabupaten Humbang Hasundutan yang merugi.


Luhut Kirim Surat ke Bupati untuk Kelola Food Estate Humbang Hasundutan, Tak Lagi Dikelola Kementan

16 jam lalu

Luhut Kirim Surat ke Bupati untuk Kelola Food Estate Humbang Hasundutan, Tak Lagi Dikelola Kementan

Kementerian Pertanian (Kementan) tak lagi menjadi penanggung jawab pengelolaan food estate di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.


Cerita Petani Food Estate Humbang Hasundutan: Terpaksa Tanam Bawang Putih, Gagal Panen, Hingga ...

16 jam lalu

Cerita Petani Food Estate Humbang Hasundutan: Terpaksa Tanam Bawang Putih, Gagal Panen, Hingga ...

Seorang petani food estate blak-blakan sebagian besar lahan pertanian tersebut ditinggalkan lantaran tak sanggup lagi menanam usai gagal panen.


Harga Beras Masih Tinggi, Mendag: Karena Distribusi Bulog Masih Terbatas ke Agen Besar

17 jam lalu

Harga Beras Masih Tinggi, Mendag: Karena Distribusi Bulog Masih Terbatas ke Agen Besar

Zulhas masih menemukan harga beras medium yang melebihi harga yang dipatok oleh pemerintah yakni Rp 9.450 per kilogram. Apa penyebab harga tinggi itu?


Bulog dan Pemerintah Kota Bandung Sediakan 500 Ton Beras untuk Tekan Harga

1 hari lalu

Bulog dan Pemerintah Kota Bandung Sediakan 500 Ton Beras untuk Tekan Harga

Pemerintah Kota Bandung dan Bulog menyiapkan 500 ton beras medium untuk menekan kenaikan harga beras.


Gapki: Kebutuhan Sawit Naik, Produksi Jalan di Tempat

2 hari lalu

Gapki: Kebutuhan Sawit Naik, Produksi Jalan di Tempat

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mengatakan saat ini permintaan akan kelapa sawit sedang naik tapi produksi justru masih stagnan.


Harga Pupuk Melonjak, Petani Kelapa Sawit Minta Subsidi

2 hari lalu

Harga Pupuk Melonjak, Petani Kelapa Sawit Minta Subsidi

Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Gulat Manurung mengeluhkan tingginya harga pupuk. Petani sawit minta subsidi.