Tabungan Nasabah BRI Raib Rp 10 Juta, Ini Sebab Bank Tak Menggantinya


TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Perusahaan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BRI, Aestika Oryza Gunarto memastikan pihaknya tidak akan mengembalikan uang nasabah yang disebutkan hilang karena dugaan pembobolan. Pernyataan ini merespons kabar viral terbaru soal nasabah yang kehilangan dana tabungan hingga Rp 10 juta.

Sebab, dari hasil investigasinya, BRI melihat dana tersebut hilang karena kesalahan nasabah dan bukan karena kesalahan pihak bank. 

Baca: Viral Klaim Tabungan BRI Dibobol tanpa Input Data Rahasia Nasabah, Begini Duduk Perkaranya

"BRI berempati atas hal tersebut, namun demikian bank hanya akan melakukan penggantian kerugian kepada nasabah apabila kelalaian diakibatkan oleh sistem perbankan," ucap Aestika saat dihubungi pada Sabtu, 26 November 2022. 

Alasan BRI tak ganti uang nasabah

Ia lalu membeberkan ihwal viral kabar pembobolan dana nasabah di perusahaan pelat merah tersebut. Ramai dugaan pembobolan dana itu, kata Aestika, awalnya bermula dari laporan nasabah BRI di Tuban, Jawa Timur.

Pelapor adalah nasabah perempuan berusia 47 tahun yang merupakan aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Agama di Tuban bernama Laidia Maryati. Laida melaporkan saldo di rekening tabungannya terkuras Rp 10 juta hingga hanya tersisa Rp 80.294.

"BRI telah melakukan investigasi atas pengaduan yang bersangkutan dan BRI sangat menyesalkan kejadian tersebut," tutur Aestika 

Dari hasil penyelidikan tersebut, kata Aestika, BRI menemukan bahwa Laidia adalah korban tindak kejahatan penipuan online atau social engineering. Pasalnya, Aida diketahui telah menginformasikan data transaksi perbankan berupa PIN dan password yang bersifat pribadi dan rahasia pada pihak yang tidak bertanggung jawab.

Data itu diberikan secara digital atau melalui phone scam. Walhasil, transaksi pembobolan dana dapat berjalan dengan sukses. 

Phone scam saat itu terjadi ketika Laidia membuka tautan atau link dan meng-install aplikasi tidak resmi berupa aplikasi pengiriman barang. Link tersebut dikirimkan oleh fraudster untuk memperoleh data transaksi perbankan korban.

Selanjutnya: Oleh sebab itu, BRI mengimbau ...






Pakar: Jangan Beri Hadiah pada Konten Eksploitasi dan Mengemis di Media Sosial

5 jam lalu

Pakar: Jangan Beri Hadiah pada Konten Eksploitasi dan Mengemis di Media Sosial

Sosiolog mengajak masyarakat berhenti memberikan hadiah kepada konten-konten yang mengeksploitasi, termasuk pada lansia yang mengemis.


Bobol M-Banking Lewat Undangan Nikah Online, Dari Mana Pelaku Dapat Data Kredensialnya?

8 jam lalu

Bobol M-Banking Lewat Undangan Nikah Online, Dari Mana Pelaku Dapat Data Kredensialnya?

Ada modus baru pembobol m-banking lewat undangan pernikahan online. Tapi dari mana para penjahat siber bisa mendapat kredensial m-banking korban?


Waspada Modus Baru Pembobolan M-Banking Lewat Undangan Nikah Online

11 jam lalu

Waspada Modus Baru Pembobolan M-Banking Lewat Undangan Nikah Online

TEMPO.CO, Jakarta- Pakar keamanan siber dan forensik digital dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, mengungkap adanya modus baru pembobol mobile banking atau m-banking yang sedang marak terjadi. Modus tersebut menggunakan surat undangan pernikahan palsu.


Rekening Nasabah Rp 320 Juta Dibobol, Bos BCA: KTP, ATM, Buku Tabungan, PIN Itu Nyawa Kedua

16 jam lalu

Rekening Nasabah Rp 320 Juta Dibobol, Bos BCA: KTP, ATM, Buku Tabungan, PIN Itu Nyawa Kedua

Bos BCA mengibaratkan KTP, Kartu ATM, buku tabungan, serta nomor PIN sebagai nyawa kedua yang harus dijaga dengan baik.


Holland Bakery Jadi Trending Topic di Twitter karena Diserbu Warga yang Berburu Diskon 45 Persen

17 jam lalu

Holland Bakery Jadi Trending Topic di Twitter karena Diserbu Warga yang Berburu Diskon 45 Persen

Holland Bakery diserbu warga karena memberikan promo 45 persen untuk semua item pada hari ulang tahunnya yang ke-45 hari ini.


Inilah 6 Aplikasi yang Paling Banyak Digunakan Orang Indonesia 2022

19 jam lalu

Inilah 6 Aplikasi yang Paling Banyak Digunakan Orang Indonesia 2022

Whatsapp menjadi aplikasi paling populer yang digunakan masyarakat Indonesia, persentasinya mencapai 98,07 persen pengguna di Indonesia.


Viral Bayi 7 Bulan Dicekoki Kopi Saset oleh Ibunya, Ini Bahayanya

1 hari lalu

Viral Bayi 7 Bulan Dicekoki Kopi Saset oleh Ibunya, Ini Bahayanya

Media sosial dihebohkan dengan aksi ibu yang memaksa bayinya meminum kopi saset. Bisa mengundang bahaya bagi bayi 7 bulan itu.


Terungkap, TikTok Bisa Atur FYP Konten yang Bakal Viral

1 hari lalu

Terungkap, TikTok Bisa Atur FYP Konten yang Bakal Viral

Konten FYP ternyata bisa diatur oleh pihak TikTok dengan metode heating.


BPS Sebut 26,36 Juta Penduduk Indonesia Kategori Miskin, Apa Kriterianya?

1 hari lalu

BPS Sebut 26,36 Juta Penduduk Indonesia Kategori Miskin, Apa Kriterianya?

Per September 2022, BPS rilis total tingkat kemiskinan di Indonesia 9,57 persen, atau 26,36 juta penduduk kategori miskin. Apa kriteria orang miskin?


Penipuan, Undangan Pernikahan Online Jadi Pintu Masuk Menguras Tabungan

1 hari lalu

Penipuan, Undangan Pernikahan Online Jadi Pintu Masuk Menguras Tabungan

Alfons menduga data kredensial korban didapat saat penipuan kenaikan biaya admin pertengahan tahun lalu.